Latifah Maurinta
Latifah Maurinta pelajar/mahasiswa

9 September 1997. Novel, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Karena Ku Cinta Kau

11 Oktober 2018   06:00 Diperbarui: 11 Oktober 2018   06:16 507 30 18
Karena Ku Cinta Kau
Pixabay.com

Hati mereka terpagut dalam cinta. Tangan mereka bertautan. Dua jiwa berebut bicara.

Calvin duduk di depan piano putih. Jari-jari lentiknya ia letakkan di atas tuts piano. Lekat ia tatap wajah wanitanya.

"Jadi," Calvin memulai, lembut tapi penuh kekuatan.

"Berapa banyak yang menyatakan cinta padamu hari ini?"

Silvi tertawa. Dicubitnya pinggang Calvin gemas. Pertanyaan itu terucap begitu santai, sesantai ketika seseorang menanyakan ramalan cuaca.

"Tak begitu banyak. Semuanya kuabaikan. Pria-pria yang menyatakan cinta padaku tidak tahu diri. Sudah tahu aku ada yang punya, masih saja..."

"Itu artinya mereka benar-benar mengharapkanmu, Silvi."

Mata biru Silvi, sepasang mata indah yang sangat mirip dengan Revan, melebar. Banyak cinta yang mendekat telah ditolaknya. Semua karena dia mencintai Calvin Wan, malaikat tampan bermata sipitnya.

Ingin rasanya Silvi meminta Calvin berhenti membahas soal itu. Namun, pria berhati malaikat yang mengikat janji dengannya itu berkeras meneruskan.

"Kemungkinan besar akulah yang akan mati duluan. Jika aku meninggal lebih dulu, apa kau akan mencari penggantiku?" tanya Calvin tetiba.

"Tidak. Aku menunggu kita dipertemukan kembali di keabadian. Bila kucari penggantimu, aku takkan bertemu kau lagi di surga."

Rona bahagia menepi di wajah pria orientalis itu. Membuat wajah Calvin semakin tampan. Silvi menatap wajah itu dalam-dalam. Seraut wajah rupawan yang dikaguminya sejak kali pertama.

Sejurus kemudian, Calvin bermain piano. Intro lagunya familiar. Silvi pun bernyanyi, Calvin mengiringinya dengan permainan piano.


Jika ada yang bilang

Ku lupa kau

Jangan kau dengar

Jika ada yang bilang

Ku tak setia

Jangan kau dengar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3