Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Penulis Novel

9 September 1997. Novel, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Isyarat Penebar Kabut Kesedihan

14 April 2018   05:40 Diperbarui: 14 April 2018   07:33 0 24 12 Mohon Tunggu...
Isyarat Penebar Kabut Kesedihan
Ilustrasi: Gaya Hidup - Republika

Ku tak pernah bisa membayangkan

Hari-hari tanpamu

Aku lelah, aku jera

Aku rasa cinta tak berguna

Ingin pergi tapi tak bisa

Hatiku masih milikmu

Hatiku masih milikmu (Bunga Citra Lestari-Jera Hatiku Masih Milikmu).

**       

Beberapa meter di depan pintu check in room, langkahnya terhenti. Rona kesedihan menepi di wajah tampannya. Sepasang mata sipitnya memancarkan duka.

"Mengapa kamu ragu, Adica Sayang? Perpisahan ini memang memberatkan hati, tapi..." Syifa berbisik, kristal-kristal bening bergulir ke pipinya.

Tangannya terulur. Menggenggam tangan istrinya erat. Dua pasang mata beradu. Mempertemukan kehangatan, kesedihan, dan cinta.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
KONTEN MENARIK LAINNYA
x