Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Niat Baik Pasti Terlindungi

7 April 2018   05:45 Diperbarui: 7 April 2018   09:06 698 23 13 Mohon Tunggu...

Sudah jadi kebiasaan Young Lady untuk berbagi dengan cantik di Hari Jumat. Membagikan makanan pada orang-orang yang memerlukan. Tanpa dress cantik, tanpa make up, tanpa tebar pesona. Ups...tebar pesona? Pesona, seperti lagunya Isyana dan Gamaliel saja.

Di tengah perjalanan, sebelum berbagi, tetiba saja ada pria mabuk mengganggu dan mau berbuat tidak benar. Anehnya ia berhenti begitu saja saat melihat Young Lady cantik. Ya, sempurna terhenti. Pria itu menatap Young Lady cukup lama, lalu mengurungkan niatnya. Young Lady teruskan saja perjalanan. Berpikir bahwa Allah masih melindungi karena ini ada kaitannya dengan niat baik. Alhasil tak terjadi sesuatu yang buruk.

Mengherankan dan meresahkan. Tanda tanya berkejaran di benak Young Lady. Pertama, mengapa ada orang seperti itu berkeliaran di pagi hari? Kedua, mengapa ia berhenti saat melihat Young Lady? Ketiga, sebegitu asingkah mata biru pucat di negeri ini? Keempat, apakah warna mata biru pucat itu menakutkan, menutup kecantikan, dan menghalangi aura pesona?

Jujur saja, Young Lady paling benci pada lelaki yang suka atau sering mabuk. Kejadian kemarin makin menurunkan kepercayaan Young Lady pada makhluk Allah bernama laki-laki. Laki-laki memang tidak bisa dipercaya. Hanya bisa menyakiti, melukai, dan mengganggu wanita. Kalaupun ada yang kelihatannya baik, ujung-ujungnya toh patriarkis juga.

Berharap mendapatkan laki-laki baik sama seperti lagunya Rossa, bagaikan berharap memeluk bulan. Sangat tidak mungkin. Young Lady makin tidak bahagia. Keputusan untuk menutup hati sudah tepat. Perasaan tidak diinginkan dan tidak dicintai tumbuh semakin kuat. Dan semua lelaki memang biadab.

Di tengah kesedihan dan kekecewaan berat ini, masih ada satu pelajaran berharga yang dapat ditarik: niat baik selalu dilindungi dan dimudahkan. Jika kita melakukan sesuatu dengan niat baik, jangan ragu dan takut melakukannya. Lakukanlah, karena Tuhan akan melindungi kita.

Sering kali orang ketakutan ketika hendak berbuat baik. Takut salah, takut merugikan diri sendiri, dan takut membahayakan siapa saja. Mmulai sekarang, hapuskanlah rasa takut itu. Lakukanlah dengan niat baik, lakukanlah dengan tulus dan ikhlas.

Kompasianer, pernahkah kalian mengalami hal yang sama?

VIDEO PILIHAN