Mohon tunggu...
Laras Sitoayu
Laras Sitoayu Mohon Tunggu... Dosen - Dosen, Peneliti

Muda MULIA, Tua KAYA RAYA, Mati MASUK SURGA

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Pentingnya Gizi bagi Pekerja

30 Agustus 2022   07:30 Diperbarui: 30 Agustus 2022   07:31 73 6 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Kesehatan dan keselamatan pada pekerja penting untuk diperhatikan, tidak hanya bagi manajemen perusahaan namun juga bagi pekerja itu sendiri. Motivasi utama dalam melaksanakan kesehatan dan keselamatan kerja adalah untuk mencegah kecelakaan kerja dan penyakit yang ditimbulkan oleh pekerja. 

Salah satu upaya kesehatan dan keselamatan kerja adalah memelihara faktor lingkungan kerja agar senantiasa dalam batas yang aman dan sehat. Aspek penting yang perlu diperhatikan untuk menunjang kesehatan dan keselamatan kerja adalah gizi. 

Makanan yang salah bukan hanya dapat mengganggu kesehatan namun juga menimbulkan masalah pada status gizi. Status gizi yang tidak normal dapat mengakibatkan pekerja mudah merasakan kelelahan. Seorang pekerja dengan status gizi baik akan memiliki ketahanan tubuh dan kapasitas kerja yang lebih baik.

Pekerja bukan hanya sekelompok orang yang bekerja di luar ruangan namun juga sekelompok orang yang bekerja di dalam ruangan. Sering kali orang menganggap remeh kesehatan pada pekerja yang bekerja di dalam ruangan, karena memiliki risiko lebih rendah dibandingkan pekerja yang bekerja di luar ruangan namun bukan berarti tidak penting untuk diperhatikan. Kesehatan pekerja penting untuk membangun kualitas dan produktivitas yang baik.

Kenyataanya, banyak pekerja yang memiliki produktivitas rendah akibat kelelahan kerja. Kelelahan dapat dipengaruhi oleh beban kerja, lingkungan kerja, kondisi kesehatan, umur, status gizi, pola makan, jenis kelamin dan rendanya pengetahuan seorang pekeja yang pada akhirnya menyebabkan penurunan motivasi kerja, permormansi rendah, kualitas kerja rendah, banyak kesalahan dalam bekerja, rendahnya produktivitas kerja, cedera, kecelakaan kerja dan stres kerja. 

Banyak pekerja beranggapan hanya sekedar rutin mengonsumsi makanan saat bekerja sudah cukup meningkatkan produktivitas kerja, namun ternyata banyak hal yang harus diperhatikan seperti apakah boleh mengonsumsi makan yang banyak di rumah ketika seseorang harus bekerja dengan shift malam, apakah boleh mengonsumsi banyak kafein saat bekerja, bagaimana sebaiknya sarapan pada pekerja dan lain-lain.

Selain itu, keamanan pangan termasuk makanan yang disediakan pada kantin atau di wilayah kerja harus diperhatikan. Tidak jarang pekerja banyak tergoda mengonsumsi makanan yang tidak baik bagi kesehatannya justru karena tersedia makanan yang tidak sesuai bahkan tidak aman di lingkungan kerja. 

Hal ini penting diketahui oleh pihak manajemen perusahaan dalam menyeleksi makanan yang layak tersedia di wilayah kerja dan juga penting untuk diketahui oleh pekerja bagaimana memilih makanan yang baik dan tidak baik bagi produktivitas kerja dan kesehatannya. 

Seperti fenomena banyaknya toko minuman yang mengandung kafein dan tinggi gula di wilayah perkantoran Jakarta dan menjadi trend dikalangan pekerja untuk mengonsumsinya.

Alasan pekerja sering mengonsumsi minuman berkafein dan tinggi gula karena cuaca yang sangat panas sehingga beranggapan dengan mengonsumsi minuman tersebut akan meningkatkan semangat dalam bekerja. Iklim kerja menyebabkan seorang pekerja tidak nyaman, cepat Lelah, mengantuk dan meningkatkan kesalahan kerja. Iklim kerja juga menyebabkan seorang pekerja cepat merasa lelah. 

Namun perlu diketahui bahwa tidak semua pekerja baik untuk mengonsumsi kafein, terutama pada pekerja shifting, dimana dapat mengganggu waktu istirahat ketika di rumah. Tubuh tetap merasa segar tanpa rasa lelah, sedangkan waktu tersebut baik digunakan untuk beristirahat sebelum memulai waktu kerja di hari berikutnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan