Mohon tunggu...
Eko Nurwahyudin
Eko Nurwahyudin Mohon Tunggu... Pembelajar hidup

Lahir di negeri cincin api, hidup sebagai penyaksi, enggan mati sekedar jadi abu.

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Dingin Harus Dicatat

3 Maret 2017   11:00 Diperbarui: 3 Maret 2017   11:07 171 0 0 Mohon Tunggu...

*potret petrus 1988

Di kampungmu yang pernah merasakan dingin hatinya, matahari bangun memperjelas segala.

Jalan hanya tidak rata

Kaki kaki kecil, kaki kaki dewasa mencoba terbiasa.

Rindang pepohonan memberi teduh

Tubuh tubuh rubbuh, kecapekan-kepanasan

Di kampungmu yang pernah merasaan dingin hatinya, hujan turun.

Menembaki. orang-orang pulang.

Jalanan cuma basah. Merah darah.

Lolongan anjing memperingatkan orang-orang menelan ludah, menahan muntah.

Gumam pun redam di kebun agung.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x