Trie Yas
Trie Yas karyawan swasta

hanya hobby baca dan mencoba menulis sedikit hasil renungan

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama featured

Lahirnya Chairil Anwar Diperingati sebagai Hari Puisi Indonesia

1 Agustus 2015   02:40 Diperbarui: 29 April 2017   03:38 1795 18 8
Lahirnya Chairil Anwar Diperingati sebagai Hari Puisi Indonesia
foto : wikimedia.org

Jika kita membicarakan Puisi, kita akan selalu ingat satu nama, yakni Chairil Anwar. Begitu sebaliknya, jika kita menyebut Chairil Anwar, kita akan ingat Puisi “Aku Si Binatang Jalang” dengan semangat berapi-api seperti yang terkandung dari puisi yang pertengahan tahun 2012 membuat geger kawula muda untuk mencari dan berlomba-lomba berpuisi. Ya, saat itu anak-anak muda Indonesia sedang terserang deman Rangga-Cinta, Film Ada Apa dengan Cinta. Film itu memang sudah berusia 12 Tahun dan rencananya akan di buat lanjutannya, tetapi puisi Rangga yang dibacakan Cinta tentu tak mudah dilupakan.

Namun ironisnya, masih belum banyak yang tahu jika ada Hari Puisi Indonesia bertepatan dengan tanggal lahirnya penyair besar Chairil Anwar, 26 Juli. Atas dasar ingin mengabadikan dan mengenang para sastrawan dan tradisi sastra khususnya perpuisian yang panjang sejak masa purba, penjajahan, kemerdekaan hingga kini. Deklarasi HPI dilakukan di Tanah Melayu Riau tepatnya 22 Nopember 2012 silam yang dihadiri puluhan sastrawan (baca: penyair) dari seluruh Indonesia. Mulai dari Aceh hingga Papua. Dan dirayakan secara nasional yang berpusat di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Tahun ini perayaan ke 3 tertunda tidak dirayakan di bulan Juli karena bertepatan pada bulan lebaran dan panggung apresiasi hari puisi diadakan tanggal 5-8 September 2015 dengan berbagai kegiatan mulai dari Sayembara Buku Kumpulan puisi, Diskusi Buku Pemenang, Panggung Apresiasi Hari Puisi, Seminar Internasional, Parade Baca Puisi, Malam Anugrah Hari Puisi sedang lomba baca puisi ditiadakan karena alasan minimnya waktu

Untuk menjadikan Hari Puisi komersil dan tercantum dalam agenda Hari Besar di Indonesia diperlukan political will dari pihak pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang membidangi soal-soal budaya termasuk puisi. Siapa yang tak mengenal puisi dalam rentang panjang kehidupan. Puisi hadir lewat kata-kata indah kala jatuh cinta. Namun para penyair tentu mempunyai mimpi yang sama. Puisi bisa menjadi bacaan-bacaan, pertunjukan mampu menjadi selingan yang indah bagi semua orang. Mulai dari orang awam hingga pejabat atau birokrat atau pula para pebisnis yang bergelimang uang.

Tak mudah memang menjadikan puisi sebagai kebutuhan atau jadi bagian kehidupan yang tak terpisahkan dari rutinitas yang tak pernah berhenti. Jika anda penikmat puisi, bisa datang memeriahkan acara perayaan Hari Puisi Nasional. Atau sebatas memberitahu orang orang disekitar kita, Indonesia punya Hari Puisi, punya penyair-penyair besar dari tahun ke tahun lahir penyair yang mengobarkan semangat seperti Chairil Anwar yang selalu hidup lebih dari 1000 tahun.