Mohon tunggu...
Lanjar Wahyudi
Lanjar Wahyudi Mohon Tunggu... Human Resources - Pemerhati SDM

Menulis itu mengalirkan gagasan untuk berbagi, itu saja. Email: lanjar.w77@gmail.com 081328214756

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Ketika Jam Kantor Terasa Begitu Lambat

28 Januari 2021   20:50 Diperbarui: 4 Februari 2021   09:24 1640
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi terlalu lelah bekerja. (sumber: shutterstock via kompas.com)

Waktu bagaikan sungai. Kamu tak bisa menyentuh air yang sama dua kali, karena alirannya yang telah berlalu tak akan pernah lewat lagi. Maka nikmatilah setiap saat dalam hidup. 

Pernahkah Anda merasakan hari-hari penuh semangat dalam bekerja, yang membuat Anda lupa waktu bahwa seminggu hanya bekerja lima hari, sampai-sampai ketika weekend tiba Anda mendadak tersadar dan berkata, "Eh kok sudah hari Jumat, sih?"

Atau pada lain waktu yang berbeda Anda merasakan hal yang sebaliknya; bangun tidur terasa malas karena setumpuk pekerjaan menunggu di kantor, bekerja seharian serasa seminggu, jam dinding di kantor terasa begitu lambat berdetak, dan kebosanan menyeruak memenuhi kepala sepanjang hari. 

Atau mungkin Anda juga pernah mengalami saat bangun tidur di pagi hari berpikir ini sudah hari Jumat padahal ternyata masih hari Kamis, saking ingin melepas penat dan lelah akibat beban pekerjaan dengan pergi refreshing ke pantai atau wisata kuliner.

Mengapa rasa penat dan lelah muncul? Tentu karena beban yang diterima oleh fisik dan psikis sudah mencapai ambang batasnya, sehingga tidak bisa diterima lagi. 

Beban fisik dan psikis tersebut selain berasal dari pekerjaan, juga bisa berasal dari berbagai aktivitas diluar jam kerja yang cukup menyita waktu, energi, dan konsentrasi. 

Aktivitas diluar pekerjaan ini bisa berupa kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal, kegiatan keagamaan, atau aktivitas lain. 

Kepenatan dan kelelahan adalah alarm alami yang mengingatkan kita untuk berhenti sejenak dari semua rutinitas, lalu mengambil waktu jeda, mengalihkan fokus dan perhatian kepada hal yang lain untuk sementara waktu. 

Dengan tujuan untuk mendapatkan kesegaran baru bagi otak dan pikiran kita, sehingga kita kembali memiliki kondisi fisik dan psikis yang fresh, dan siap untuk melanjutkan aktivitas rutin kita. Jika alarm alamiah ini kita lawan dengan terus saja bekerja tanpa peduli waktu bisa ditebak ujung-ujungnya adalah tubuh akan sakit alias tepar. 

Ngga enak banget kan jika mengalami sakit karena beban kerja yang berlebihan? Itu sebabnya kita mesti pandai-pandai mengatur keseimbangan hidup kita, antara waktu untuk bekerja dan waktu untuk kehidupan pribadi, istilah kerennya adalah worklife balance. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun