Mohon tunggu...
Lanjar Wahyudi
Lanjar Wahyudi Mohon Tunggu... Pemerhati SDM

Menulis itu mengalirkan gagasan dengan segala riak dan gelombangnya, sampai akhirnya menjadi lautan tulisan yang luas dan indah. Bisa hubungi saya di: lanjar.w77@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Salam Receh Berkah di Akhir Tahun

31 Desember 2020   07:09 Diperbarui: 31 Desember 2020   07:15 379 19 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Salam Receh Berkah di Akhir Tahun
sumber: Hans Benn/pixabay.com

Receh adalah artinya bukan dimaksud uang receh, tapi hanya sebuah istilah. Recehan biasa dikenal sebagai sesuatu hal yang kurang bernilai, sama ibarat uang receh yang tidak memiliki nilai lebih bagi banyak orang. Maka dari itu, jika kamu mendapatkan lontaran kalimat 'Receh Banget Sih!' atas apa yang kamu tunjukkan ke orang lain (pikiran atau gagasan), berarti orang tersebut menilai hal yang kamu tunjukkan itu sama sekali tak punya nilai. Baca: ini.

Bagi seorang karyawan yang bekerja di perusahaan, minggu akhir bulan menjadi saat yang dinanti karena tiba waktunya menerima gaji. Menerima gaji bisa memiliki banyak arti bagi seseorang, misalkan bagi seorang ayah maka ketika ia sudah menerima gaji ia bisa dengan bangga mengajak anak-istrinya makan di restoran favorit keluarga, atau jika masih single bisa mengajak pacarnya untuk weekend ke tempat wisata yang sedang hits. 

Demikian pula jika seorang wanita karir menerima gaji, banyak hal yang kemudian bisa ia lakukan, mulai dari perawatan diri, menabung, membeli pernak-pernik hiasan rumah, bahkan jika ia berjiwa sosial tinggi ia bisa konsisten bersedekah untuk sesama.

Beberapa tahun bekerja di perusahaan membuat istri saya menikmati siklus tersebut, bekerja sebulan lalu mendapatkan gaji setelahnya. Semenjak menikah dan pindah domisili ia masih sempat bekerja dalam dua tahun, namun karena ingin memiliki momongan maka kami sepakat agar ia resign dan saya saja yang bekerja. Rahmat Tuhanlah yang akhirnya membuat keluarga kami lengkap dengan hadirnya putra-putri yang istimewa dan menyukakan hati kami. Keluarga menjadi dinamis dan sempurna.

Sebagai mantan karyawan sebuah perusahaan retail besar, istri saya ternyata mewarisi semangat usaha mandiri. Sehingga beberapa usaha pernah ditekuni mulai dari membuat pernak-pernik aksesoris wanita, kios pulsa, mendirikan usaha laundry, dan hobi membuat puding mata sapi yang kemudian di jual ke toko kue.

Saya sebagai suami bertindak sebagai tim hore untuk menyemangati istri, juga sebagai pemodal ketika istri membutuhkan dana untuk modal usaha. Dari situ saya belajar mengamati sepak terjang istri dalam membangun usaha kecilnya, dan ternyata benar tidak mudah membangun usaha, bahkan usaha super mikro sekalipun. Selain butuh konsistensi dan daya tahan pada usaha pokok, ternyata masalah mengelola karyawan juga rumit. 

Misalkan usaha laundry-nya yang sudah berjalan masuk tahun ke tiga, dengan tiga mesin cuci front loading, dua mesin pengering, dan dua orang karyawan sangat lancar menggerakkan bisnis ini, dengan pelanggan puluhan orang. Agar karyawan loyal dan betah bekerja maka ia memutuskan karyawan diberi fasilitas sepeda motor yang boleh dibawa pulang untuk keperluan pribadi. 

Asumsi ini berjalan lancar dalam tiga tahun, namun karena permasalahan keluarga akhirnya karyawan resign. Tidak berpangku tangan, istri saya kemudian mencari tenaga pengganti dengan memasang iklan baris seperti awal pertama kali membuka usaha ini. Dan mudah memang mendapatkan karyawan baru, tapi sayang tidak ada yang bertahan lama. Akhirnya usaha ini terpaksa ditutup dengan kesepakatan kami berdua.

Lama berlalu, dan masuklah kami ke tahun 2020. Tahun ini adalah tahun pandemi, dimana banyak usaha yang terdampak sehingga harus tutup. Memang beberapa usaha tertentu justru mendapatkan berkahnya, tetapi sebagian besar yang lain banyak yang harus gulung tikar atau bertransformasi ke bentuk lain untuk memperpanjang umur. Derasnya informasi di dunia maya membuat kami banyak belajar, dan salah satunya adalah tentang bisnis digital. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x