Irma Tri Handayani
Irma Tri Handayani guru

Ibunya Lalaki Langit ,Miyuni Kembang,dan Satria Wicaksana

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Tak Banyak Rumah yang Ramah Tanah

12 Oktober 2018   14:41 Diperbarui: 12 Oktober 2018   14:57 499 3 2
Tak Banyak Rumah yang Ramah Tanah
Foto: Irma Tri Handayani

Jika kita perhatikan,  sudah sedikit sekali rumah yang masih memiliki halaman dengan tanah sebagai pijakan. Sebagian besar tanah sudah mereka tutup tembok. Alasannya macam-macam. Ada yang malas jika tanah becek saat hujan, sebal melihat debu berterbangan. Pembuatan garasi dengan lantai yang mudah dibersihkan dan segudang alasan lain. 

Sudah sulit menemukan tanah yang ditanami pepohonan rindang atau bunga-bunga cantik. Jikapun masih ada yang menanam bunga, penanaman mereka dilakukan di pot bukan di tanah halaman. Pot-pot itu lalu mereka gantung di pagar atau tembok, mereka hanya menginginkan keindahan bunga di pot saja. 

Menanam dalam pot. Dokumen pribadi
Menanam dalam pot. Dokumen pribadi
Tanpa kita sadari,rumah yang sudah menutup tanah telah menghilangkan akses air saat hujan untuk merembes terus ke dalam tanah. 

Padahal air tersebut kita butuhkan sebagai cadangan air tanah. Disaat musim kemarau seperti ini fungsi cadangan air dalam tanah mulai dibutuhkan. Apalagi jika kita memiliki tanaman, maka akar-akar tanaman akan mencarikan air di mana dia berada. Ada cadangan air yang disediakan akar, semakin banyak akar tanaman semakin banyak cadangan air yang di simpan. 

Maka jangan heran jika sudah banyak rumah yang kesulitan mendapatkan air tanah sekarang. Air tanah yang sedikit diperebutkan. Sebagian tetangga di perumahan saya sudah mulai bergantung pada tukang air yang lewat. Secara ekonomis mereka mengeluarkan uang tambahan di masa paceklik. 

Andaikan tanah di halaman kita tidak ditutup semen melainkan ditutupi tanaman atau pepohonan, siang hari saat matahari sedang galak-galaknya bersinar, kita mendapatkan kesejukan dari setiap semilir angin yang menggoyangkan dedaunan. 

Memang rumah yang ditutupi canopy juga teduh, panas matahari takkan menjangkau pemilik rumah. Ya sih kalau teduh saja memang dapat, tapi pada tanah yang berpohon akan ada oksigen yang dihasilkan di tiap helai daunnya sebagai produksi fotosintesis. 

Lebih segar dan lebih sejuk tentunya. Itulah mengapa bersandar di bawah pohon nikmatnya bukan main dan bisa menyebabkan kantuk. Banyak oksigen segar disana. 

Itu baru di musim kemarau, bagaimana dengan musim hujan? Halaman yang masih membiarkan tanahnya terbuka akan mampu menampung air hujan sebagai cadangan nanti tentunya.  Jika lama tak kemarau kemudia tanah baru tersiram hujan maka segarnya bukan main. 

Sementara tanah yang sudah bertembok jika tak rata permukaan temboknya, maka akan menghasilkan genangan-genangan. 

Jika lebih tinggi dari selokan maka dia akan mengalir menuju selokan. Rumah aman lah dari air hujan. Itu kalau selokannya terpelihara baik. Tidak mampet karena buangan sampah sembarangan. 

Andai selokan baik pasti nanti mengalir menuju selokan lebih besarnya. Sayangnya selokan sudah banyak yang tertutupi tembok lagi. Banyak orang yang kurang cerdas malah menutupi selokan yang mereka punya agar bisa digunakan untuk menjadi jalan masuknya mobil. 

Selokan ditutup. Dokumen pribadi
Selokan ditutup. Dokumen pribadi
Kalau sudah begitu ya air akan menggenang di jalan, terjadi banjir dan bukan tidak mungkin sampai ke halaman juga.. 

Alhamdulillah saya masih memiliki tanah terbuka meski tak luas. Dari iseng-iseng berhadiah dengan menabur bijinya, tumbuhlah cabe, tomat atau rawit. Lumayanlah bisa panen kecil-kecilan. 

Panen kecil-kecilan. Dokumen pribadi
Panen kecil-kecilan. Dokumen pribadi
Ada pula pohon mangga cangkokan di sana. Semakim hari semakin tinggi, sayang belum ada tanda-tanda ingin berbuah. 

Jika pagi hari membuka jendela terasa sekali segarnya hawa dari halaman. Begitupun di siang hari, anak-anak betah tidur siang karena mendapat sepoi sepoi dari angin yang melewati dedaunan hijau. Yang belum terlaksana hanya membentuknya menjadi taman saja. 

Ramahlah pada lingkungan. Maka lingkunganpun akan ramah pada kita. Jangan hanya alasan simpel kita menutup akses air mengalir menuju tanah. 

Ada manfaat yang bisa kita dapat. Dan ada celaka yang mendarat jika rumah kita tak ramah tanah.