Mohon tunggu...
Lailimuarifah
Lailimuarifah Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Ketahanan Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi Covid-19

18 Agustus 2021   16:05 Diperbarui: 18 Agustus 2021   16:05 133 1 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ketahanan Ekonomi Keluarga di Masa Pandemi Covid-19
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Tahun 2020 akan menjadi tahun bencana bagi semua negara, termasuk Indonesia, akibat mewabahnya Corona (Covid19). Khususnya di Indonesia, perekonomian dunia berada dalam kondisi ketidakstabilan seiring dengan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi dunia. 

Hal ini menyebabkan kesulitan keuangan bagi banyak keluarga karena pendapatan berkurang akibat kebijakan PSBB yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasi epidemi virus corona. Ketahanan keluarga yang kuat diperlukan untuk menghasilkan talenta berkualitas yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. 

Munculnya pandemi Covid-19 yang beragam saat ini menarik untuk dikaji dampaknya terhadap ketahanan keluarga di daerah yang jumlah kasusnya cenderung meningkat meskipun berada di wilayah tersebut. .. Ini akan meningkat dan sangat mempengaruhi situasi ekonomi.

 Pembangunan keluarga merupakan salah satu bidang yang harus dipenuhi oleh pemerintah sesuai dengan kewajiban Undang-Undang Nomor 2. 52 Tahun 2009 tentang Pembangunan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Tujuannya adalah untuk menciptakan keluarga yang berkualitas dengan ketahanan keluarga yang kuat, yang sangat penting untuk pertumbuhan. 

Karena keluarga merupakan inti peradaban dan unit sosial dasar masyarakat, maka membentuk keluarga yang berkualitas menghasilkan talenta (SDM) yang berkualitas. Bakat ini dapat dijadikan modal dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta mencapai kesetaraan gender (Kementerian Pusat Pemberdayaan Perempuan dan Statistik Perlindungan Perempuan dan Anak, 2016).

 Beberapa tujuan untuk meningkatkan ketahanan keuangan keluarga antara lain pendidikan yang tepat dalam mengelola keuangan keluarga, terutama bagi generasi penerus bangsa di tanah air. Meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui kepemilikan dan pengelolaan modal ekonomi yang baik. Proses pemberdayaan dan kapabilitas dalam proses pemberdayaan berasal dari partai politik yang kuat, yaitu partai yang lemah atau tidak kompeten, atau kekuatan yang mengubah hidupnya. 

Oleh karena itu, di antara keduanya ada proses memberi dan proses menerima. Proses akuntabilitas harus memperhatikan aspek ekonomi, fisik dan aspek penting lainnya, kualitas intelektual, kerjasama, kelembagaan dan upaya berkelanjutan untuk saling bekerja sama dalam pelaksanaan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat. Ia tidak dapat dipisahkan dari sisi yang tidak menjadi.
 Ketahanan ekonomi di masa pandemi ini sangat mengganggu masyarakat.

Bagaimana Anda bisa menjaga perekonomian tetap berjalan sementara orang-orang kehilangan pekerjaan dan diberhentikan? Banyak orang mengalami kesulitan mengelola ekonomi. Mereka harus hidup dalam situasi yang mengenaskan seperti sekarang, apa yang harus mereka pertahankan untuk menghidupi keluarga mereka ketika mereka tidak memiliki apa-apa lagi, aset milik masyarakat bukan? 

Mereka digunakan satu per satu untuk mencari nafkah selama pandemi. Hidup ini penuh dengan kesulitan dan beban bagi rakyat Indonesia.

Ketahanan Ekonomi Sebagaimana dijelaskan di atas, ketahanan keluarga juga mencakup kemampuan fisik keluarga untuk hidup mandiri dan mengembangkan keluarga (UU No. 52, 2009). Kapasitas materi keluarga ini dapat dipahami sebagai ketahanan finansial keluarga untuk mengatasi masalah ekonomi tergantung pada sumber daya yang digunakan keluarga. 

Untuk itu, pembahasan ketahanan ekonomi menyajikan beberapa variabel yang dapat mempengaruhi derajat pemulihan ekonomi rumah tangga. Dimensi tersebut terdiri dari empat variabel, antara lain (1) tempat tinggal keluarga, (2) pendapatan keluarga, (3) pendanaan untuk pendidikan anak, dan (4) keamanan finansial.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan