Mohon tunggu...
Lailimuarifah
Lailimuarifah Mohon Tunggu... Penulis - Mahasiswa

Mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Budaya Gotong Royong Masyarakat dalam Perubahan Sosial

19 April 2020   15:30 Diperbarui: 19 April 2020   15:32 972 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Budaya Gotong Royong Masyarakat dalam Perubahan Sosial
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

studi kasus pada masyarakat di Indonesia )

Oleh:  Laili Muarifah (1806026116)
Perubahan sosial adalah salah satu kajian sosiologi yang sangat dinamis, hal ini dikarenakan perubahan selalu terjadi dan terkadang tidak bisa dihindari,setiap individu atau masyarakat pastinya mengalami perubahan baik dalam lingkungan masyarakat atau keluarga. Perubahan bisa kita ketahui ketika kita membandingkan di masa tertentu dengan keadaan di masa lampau, saat ini banyak perubahan yang terjadi contohnya perubahan budaya gotong royong dalam  masyarakat.
 

Gotong royong merupakan tradisi yang ada di Indonesia yang sering diartikan bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan , istilah ini turun temurun dari budaya masyarakat desa yang saling menolong ketika membangun. Dengan demikian segala sesuatu yang akan di kerjakan dapat lebih mudah dan cepat diselesaikan dan pastinya pembangunan di daerah  tersebut akan semakin lancar dan maju. Gotong royong sebagai modal sosial, Gotong royong merupakan budaya yang telah tumbuh dan berkembang dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia  sebagai warisan budaya yang telah eksis turun temurun, gotong royong muncul atas dorongan, kesadaran, dan semangat. 

Belakangan ini masyarakat Indonesia dapat digambarkan sedang mengalami situasi kekacauan sosial dalam kontak Indonesia perubahan sosial seiring dengan reformasi yang terjadi tanpa di rencanakan  (dalam waktu singkat). Ada kecenderungan relasi sosial lebih bersifat individualis bercampur dengan sifat materialistik juga ada indikasi bahwa dalam relasi sosial yang selama ini bersifat intrinsic yakni hubungan yang ganjarannya tidak bermotif ekonomi, berubah menuju sifat yang ganjaran  sering bermotif kepentingan ekonomi(nilai materialistik). 

Gotong royong yang terjadi pada saat ini sangat berbeda dengan dulu, dulu ketika ada salah satu tetangga yang sedang membangun rumah masyarakat pun berpartisipasi membantu dan bergotong royong membangun rumah agar cepat selesai tetapi berbeda dengan saat ini walaupun tetangga rumahnya sedang membangun rumah jarang ada masyarakat yang berpatisipasi membantunya hanya orang yang di bayar saja dan saudara dekat yang ikut membantu.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan