Laili Rahmatan Thoyyibah
Laili Rahmatan Thoyyibah

Mahasiswi FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Selanjutnya

Tutup

Muda

Banyak yang Hilang Setelah Dewasa

9 Maret 2018   14:54 Diperbarui: 9 Maret 2018   15:16 338 0 1
Banyak yang Hilang Setelah Dewasa
pixabay.com

Lahir, tumbuh, menjadi dewasa, tua, lalu mati adalah fase kehidupan yang tidak mungkin kita hindari. Setiap anak akan tumbuh dewasa itu adalah hal yang pasti.

Kalau kita mengingat-ingat waktu kecil kita gak sabar untuk tumbuh dewasa seperti orang tua. Kita menganggap mereka hebat karena bisa melakukan banyak hal. Jadi orang dewasa itu keren, pikir kita dengan polosnya saat itu. Tapi, begitu kita menginjak usia dewasa, kita sungguh-sungguh merindukan masa kanak-kanak kita.

Banyak hal yang kita dapat, tapi juga banyak hal yang hilang dari kita setelah dewasa. Beberapa hal yang harus kita pelajari dari anak-anak :

1. Mempunyai mimpi tanpa batas

news.zing.vn
news.zing.vn

Gapailah cita-citamu setinggi langit

Anak-anak melihat dunia sebagai sesuatu yang gak terbatas, di mana mereka bisa menjadi apapun yang mereka mau. Kamu masih ingat tidak apa cita-citamu waktu kecil? pilot, dokter? Sementara, kita yang udah berhadapan dengan realita menjadi takut buat bermimpi. Anak-anak mengingatkan untuk berani bermimpi yang sangat hebat tanpa rasa takut akan adanya kegagalan, bahwa kita mampu menjadi apapun yang kita inginkan.

2. Anak-anak mudah memaafkan

radiocompanyeasy.com
radiocompanyeasy.com

Sama dengab orang dewasa, anak-anak juga bisa merasa sedih, marah, atau kecewa terhadap orang lain disekitarnya. Tetapi, emosi itu tidak akan berlangsung lama, besoknya mereka sudah baikan lagi. Dengan mereka, kita bisa belajar memaafkan secara tulus dan melupakan dendam terhadap orang yang udah berbuat salah terhadap mereka.

3. Menggunakan lebih banyak imajinasi

lifestyle.okezone.com
lifestyle.okezone.com

Masih ingat saat dimana kamu loncat dari sofa ke lantai agar seperti pesawat yang bisa terbang? Anak-anak bermain dengan imajinasi mereka, membuat semuanya jadi terasa seru dan menyenangkan. Mereka bisa sangat kreatif: membuat rumah-rumahan dari kardus bekas, atau membuat mobil-mobilan dari tumpukan bantal dan guling. 

Ketika berhadapan dengan realita, kita lupa dengan semua itu. Kita lupa menggunakan imajinasi kita untuk bersenang-senang, dan jarang menggunakan kreativitas kita untuk membuat suatu hal yang baru.

4. Sangat jujur terhadap perasaan mereka

www.listenlovelearn.com
www.listenlovelearn.com

Kamu pasti akan setuju kalau anak-anak lebih jujur terhadap perasaan mereka. Mereka akan menangis kalo sedih, tertawa kalau senang. Mereka tidak merasa perlu untuk menutup-nutupi perasaan mereka dari orang lain. Mereka mengutarakan isi hatinya apa adanya. Bagaimana  dengan orang dewasa? Kita seringkali menutup-nutupi perasaan kita sendiri kan?

Anak-anak melihat dunia dengan sudut pandang yang berbeda. Sudut pandang itulah yang sudah dilupakan orang dewasa, sedangkan hal itu bisa memberi kita banyak pelajaran hidup yang berharga. Yuk, belajar dari anak-anak!