Mohon tunggu...
Sosbud

Peran Aktif Mahasiswa sebagai Generasi Pelopor Berbangsa dan Bernegara

7 Mei 2019   08:45 Diperbarui: 7 Mei 2019   08:53 0 0 0 Mohon Tunggu...

Mahasiswa adalah pemuda yang bila di lihat secara fisik sedang mengalami perkembangan dan secara psikis sedang mengalami perkembangan emosional,sehingga pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun masa mendatang sebagai calon generasi penerus yang akan menggantikan generasi sebelumnya.

Mahasiswa selalu menjadi bagian dari perjalanan sebuah bangsa. Roda sejarah demokrasi selalu menyertakan mahasiswa sebagai pelopor,penggerak, bahkan sebagai pengambil keputusan. Dan hal tersebut sudah terjadi di berbagai negara khususnya indonesia yang pada waktu itu di era orde lama, pada masa pemerintahan soekarno tahun 1960-an masa ekonomi surut  di indonesia. Saat itu harga- harga melambung tinggi, sehingga pada tahun 1966 mahasiswa turun ke jalan untuk mencegah rakyat yang turun, mereka menuntut tritura. jika saat itu rakyat yang turun mungkin akan terjadi people power seperti yang terjadi di philipina .

Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif selalu lahir dri pola pikir mahasiswa. Suara mahassiswa bisa menjadi representasi dan mengangkat realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Mahasiswa pula punya sikap idealisme yang tunggi sehingga membuat dirinya mendorong untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa dengan cara mereka sendiri. Dalam hal ini mahasiswa secara umum mempunyai(menyandang) tiga fungsi strategsi  sebagai berikut:

Agent of change (sebagai agen perubahan)
Sebagai agen perubahan, mahasiswa bertindak bukan seperti pahlawan yang datang ke sebuah negeri lalu dengan gagahnya mengusir penjahat-penjahat dan denagn gagah pula sang pahlawan pergi dari daerah tersebut di iringi tepuk tangan penduduk setempat. Dalam artian kita tidak hanya menjadi penggagas perubahan, malainkan menjadi objek bahkan pelaku dari perubahan tersebut. Mahasiswa tentu punya sikap kritis yang akan membuat seiah perubahan besar dam membuat para pemimpin yang tidak berkompeten menjadi gerah dan cemas.

Sadar atau tidak, pemimpin bangsa ini telah banyak melakukan pembodohan dan ketidakadilan  yang mana seharusnya tidak di lakukan oleh seorang pemimpin karena pemimpin adalah akar dari  batang tubuh. Jadi kita sebagai mahasiswa seharusnya berpikir untuk mengembalikan dan mengubah semua ini. Perubahan yang di maksud disini tentu perubahan ke arah yang lebih baik yakni positif dan tidak menghilangkan jati diri kita sebagai mahasiswa dan bangsa indonensia. Namun, untuk mengubah sebuah  negara hal utama yang harus di rubah terlebih dahulu adalah diri kita sendiri.

Agent of social contol(sebagai penyampai kebenaran)
Hari ini detik ini juga korupsi sudah merajalela dan semakin memprihatinkan. Hukum bisa di beli, biaya pendidikan semakin mahal, serta banyak yang lainnya. Tentu hal ini tidak di rasakan oleh meraka yang berkantong tebal, akan tetapi bagi golongan mereka yang menengah ke bawah sangat merasakannya bahkan terkadang membuat mereka terpukul karena sangat mengurangi biaya hidup mereka dalam setiap harinya. Inilah mengapa kita sebagai mahasiswa harus bertindak serta berperan aktif dengan ilmu kita sesuai kemampuan yang kita miliki.

Peran mahasiswa sebagai agent of social control akan turun tangan bilamana terjadi hal yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat. Mahasiswa sudah selayaknya memberontak terhadap kebusukan-kebususkan dalam birokrasi yang selama ini di anggap lazim. Jika mahasiswa tidak peduli bahkan bersikap acuh terhadap keadaan masyarakat yang sekarang ini seakan hanya di jadikan sebagai tumbal. Maka harapan seperti apa yang pantas di sematkan pada pundak mahasiswa???.....

Tak hanya itu, kita sebagai mahasiswa sudah selayaknya punya sikap kepedulian sosial karena kita merupakan bagian dari mereka. Rasa kepedulian tersebut tidak hanya di wujudkan dengan demo maupun turun ke jalan, melainkan pemikiran-pemikiran cemerlang dan kata yang bijak, diskusi-diskusi, atau dengan memberikan bantuan moril dan materil kepada masyarakat dan bangsakita indonesia.
Agent of Iron stock(sebagai generasi penerus masa depan)

Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan generasi mudalah perubahan-perubahan terjadi. Sebagai contoh mahasiswa telah berhasil dalam melumpuhkan resim orde baru dan membawa indonesia ke era yang saat ini sedang bergulir yakni era reformasi. Kebanyakan sekarang sosok pemimpin negarawan indonesia menganut sistem demokrasi lebih banyak menciptakan elit yang hanya ingin tampil dan membanggakan diri. Mereka mendapatkan tempat dan uang dengan politick mereka, sehingga memunculkan para politisi instant.

Mahasiswa sebagai Iron stock berarti mahasiswaseorang calon pemimpin bangsa masa depan yang akan mernggantiksn generasi yang telah ada. Sehingga kita perlu adanya soft skill seperti leadership dan kemampuan memposisikan, tidak cukup dengan hanya memupuk ilmu spesifik saja. Maka dari itu, mahasiswa tidak cukup jikalau hanya sebagai akademisi intelektual yang hanya duduk mendengarkan dosen dalam ruangan perkuliahan, melainkan kita harus memperkaya diri kita dengan pengetahuan baik itu dari segi keprofesian maupun kemasyarakatan .

Maka lengkaplah eran aktif mahasiswa sebagai generasi pelopor berbangsa dna bernegara sekaligus pemberdaya yang di dukung dengan tiga peran ini: agent of change, agent of social control, dan agent of Iron stock. Hingga suatu saat nanti bangsa ini akan menyadari bahwa mahasiswa adalah generasi yang di tunggu-tunggu bangsa ini.


Kitalah generasi ............hidup mahasiswa.........hidup mahasiswa......hidup maha siswa.......hidup rakyat indonesia .........hidup........!!!!!