Mohon tunggu...
Laila Sofrotun Nida
Laila Sofrotun Nida Mohon Tunggu... Guru - Santri PPTQ Nurul Furqon-Mahasiswa Brawijaya

(Bukan) Penulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Kami Santri, Padamu Negeri

17 Oktober 2021   19:52 Diperbarui: 17 Oktober 2021   19:56 31 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Tatkala negeri ini terbelenggu dalam perbudakan
penduduk pribumi sengsara dan kelaparan
Santri bangkit menyuarakan pembebasan
Resolusi jihad bersama para pahlawan
Melawan segala hal bentuk penindasan
Menindas tindak-tanduk yang tidak berperikemanusiaan
Tak peduli senjata yang penuh keterbatasan
Nyawapun rela jadi korban

Sepuluh November empat puluh lima menjadi saksi
Gelegar Bung Tomo dengan pekik takbir yang mengiringi
Kota Surabaya terkepung para jahannam yang berdasi
Lalu, para santri maju dengan gigih meski masih berpeci
Lantunan dzikir dan sholawat tak henti dalam hati
doa-doa senantiasa dilangitkan para ulama dan kyai
Hingga akhirnya mampu meruntuhkan jiwa pongah Jendral Mallaby

Hari ini, kita kembali mengenang resolusi
Jihad para ulama dan kyai menjunjung negeri
Dua puluh dua Oktober yang penuh sarat makna
Bergerak maju mempertahankan kemerdakaan dari Belanda
Dipimpin Kyai Hasyim Asy'ari, ulama kita yang luarbiasa

Wahai santri millenial dimanapun berada
Tengoklah kembali sejarah bangsa
jangan sampai prasasti sejarah jadi angin lalu saja
Tanah air tak akan merdeka
jikalau bukan karena gigihnya doa dan perjuangan para santri dan ulama

Kami, yang dijuluki santri
Dengan bimbingan murobbi Abah Kyai Chusaini
Berpegang teguh Sunnah nabi dan Kalam ilahi
Benteng diri dan pilar menjaga ibu pertiwi
dari segala hal yang merusak persatuan negeri

Kami, yang dijuluki santri
Semangat kami tak akan pernah padam
Dengan seluruh iman yang tertanam
Akan kami hempas para jahanam
Hingga tanah air makmur aman dan tentram.

Kami, yang dijuluki santri
Siap siaga menyerahkan jiwa dan raga
menjaga persatuan bangsa
mempertahankan negara
Mewujudkan perdamaian dunia

Kami santri, Padamu Negeri.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan