Mohon tunggu...
Laila S
Laila S Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pecinta Sepak Bola dan Wiraswasta

Penyuka olahraga, hobi mencari hal baru,. Suka dengan tulisan-tulisan seperti yang menggugah semangat, heroik dan lain-lain.

Selanjutnya

Tutup

Bola

Erick Thohir dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia

27 November 2022   09:15 Diperbarui: 27 November 2022   09:28 136
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Piala Dunia 2022 sudah bergulir. Beberapa kejutan membelalakkan mata banyak orang. Indonesia tidak menjadi bagian dari gelaran empat tahunan ini. Sebab kandas pada jalur kualifikasi Piala Dunia 2022. Skuad Garuda hanya mendapatkan satu poin dan menghuni  tempat terakhir klasemen Group G.  Kenyataan ini menjadi pil pahit yang harus ditelan oleh bangsa ini, namun secercah harapan itu masih ada untuk perbaikan sepak bola Indonesia ke depan.

Sejatinya bangsa Indonesia berpotensi memiliki Timnas Sepak Bola yang baik. Bahkan dapat sejajar dengan timnas-timnas handal di Asia, seperti timnas Arab Saudi yang mencatatkan sejarah baru mengalahkan Timnas Argentina pada Piala Dunia kali ini. Dengan catatan, harus ada pembenahan menyeluruh. Layaknya ungkapan, siapa menabur benih, ia yang akan menuai hasilnya.

Terdapat beberapa hal penting yang perlu segera diperbaiki pada sepak bola tanah air. Pertama, perlu upaya untuk memajukan kompetisi dalam negeri. Ini menjadi syarat penting untuk mendorong sepak bola Indonesia berlaga di pentas dunia. Sejauh ini, seluruh kompetisi sepak bola Indonesia masih jauh panggang dari api.

Kedua, pembenahan fasilitas seperti stadion yang memiliki standar internasional, pusat pelatihan dan juga masih minimnya akademi sepak bola di Indonesia. Sebab jika berkaca pada negara-negara yang memiliki timnas mentereng, tidak terlepas dari fasilitas yang juga memadai. Terutama akademi sepak bola, ini harus menjadi catatan penting bagi PSSI.

Ketiga, kondisi sistem pelatihan timnas Indonesia yang terlihat bongkar pasang. Sebuah tim sepak bola membutuhkan kerja sama, dan hal itu butuh latihan intens dan perencanaan jangka panjang. Melihat belum adanya perencanaan jangka panjang yang matang, maka timnas kita sulit untuk melaju ke perhelatan internasional seperti piala dunia. Sehingga ke depan kita butuh solusi dan orang yang tepat dalam mengelola sepak bola di negeri tecinta ini.

Solusi Itu Bernama Erick Thohir

Tiga poin penting sabagai catatan di atas mendapat momentumnya kali ini. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Yakni demi mewujudkan kualitas sepak bola Indonesia yang lebih baik. Dan salah satu agendanya yakni memilih ketua umum (ketum) untuk menahkodai organisasi yang bertanggung jawab mengelola sepak bola asosiasi di Indonesia.

Harapan dan keyakinan untuk perbaikan sepak bola Indonesia  harus selalu ada. Yakni dengan menggantungkan harapan tersebut kepada sosok yang tepat untuk memimpin PSSI. Sosok itu tidak lain yaitu Menteri BUMN Erick Thohir. Yang memang sudah malang melintang di dunia olah raga. Bahkan Ia pernah menjadi Presiden klub sepak bola ternama di Italia, Inter Milan.

Pengalaman mengelola klub seperti Inter Milan (Italia), DC United (Amerika Serikat) dan Oxford United (Inggris), tentu menjadi daya tarik tersendiri. Sehingga banyak masyarakat mendorong sosok Erick Thohir untuk menjadi Ketua PSSI. Hal tersebut diungkap oleh dua lembaga servei baru-baru ini.

Lembaga Suvei Indikator Politik Indonesia (IPI) yang bertajuk "Tragedi Kanjuruhan dan Reformasi PSSI" Mengungkapkan nama Erick Thohir mendapat suara paling banyak yang diinginkan masyarakat untuk menjadi ketum PSSI. Yaitu mendapat, 24,1 persen atau pilihan paling banyak.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun