Mohon tunggu...
Muhammad Haris
Muhammad Haris Mohon Tunggu... Sebuah Usaha Mengabadikan Pikiran

Baubau-Sulawesi Tenggara

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Giring Ganesha Nyapres, Keseriusan atau Politik Pemasaran PSI?

28 Agustus 2020   11:51 Diperbarui: 28 Agustus 2020   20:57 85 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Giring Ganesha Nyapres, Keseriusan atau Politik Pemasaran PSI?
Sumber Foto: Medantoday.com

Beberapa hari belakangan jagad media kita di banjiri berita tentang keinginan Giring untuk maju menjadi calon presiden pada Pilres 2024. Banyak analisis yang muncul tentang keinginan Giring dan partainya PSI. 

Ada yang berpendapat apa yang dilakukan Giring hanya gimik, tidak punya rekam jejak politik, dan masih harus banyak belajar. Saya menganggap pendapat-pendapat itu wajar-wajar saja. 

Giring yang belum lama bergabung dengan PSI dan langsung mencalonkan diri sebagai presiden tentu memberikan kejutan atau kekagetan untuk publik.

Tetapi saya melihatnya berbeda. Majunya giring sebagai calon presiden sebagai pertanda bagus. Selama ini, yang menjadi calon presiden dalam Pilpres adalah orang-orang itu saja. Berputar dalam lingkaran elit-elit yang itu-itu saja.

Sebagai partai yang selalu menampilkan diri sebagai partainya anak muda, PSI telah mencoba hal-hal yang tak pernah dilakukan sebelum ini, jika benar-benar Giring konsisten untuk maju.

Keinginan Giring untuk maju didasari sebuah pertimbangan bahwa pada tahun 2024  setengah dari jumlah pemilih pada Pilres adalah anak muda. Dia seolah ingin menyampaikan kepada publik, sekarang waktunya anak-anak muda yang menjadi terdepan. Waktunya anak muda mengambil kepemimpinan di negeri ini. 

Selain itu, Giring juga beralasan Presiden Jokowi menyambut baik niatnya itu. Saya pikir, siapapun yang datang kepada Jokowi untuk menyampaikan niatnya untuk menjadi calon presiden tentu akan di sambut baik. Tidak mungkin Jokowi melarang, itu hak semua orang. 

Dalam sejarah presiden di negeri ini, kita tahu sendiri kalau ada banyak latar belakang. Ada dari kalangan militer, ketua partai, pengusaha, ulama, bahkan teknokrat. 

Belum pernah ada dari kalangan lain, sebut saja artis atau musisi. Anda mungkin tertawa ketika mendengar saya menulis artis atau musisi. Tapi Negara kita menjamin. Semua orang berhak menjadi calon presiden selama memenuhi syarat terutama dukungan dari partai politik.

Dan disitu persolannya. Memenangkan hari rakyat tidak bisa  hanya bermodalkan pengalaman sebagai musisi. Di era banjir informasi seperti hari ini membuat rakyat bisa memilah dan memilih calon seperti apa yang terbaik.  Selain itu yang tidak kalah penting adalah dukungan partai politik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN