Mohon tunggu...
Lady Hafidaty R. K.
Lady Hafidaty R. K. Mohon Tunggu...

i am a simple person. Just a geography student who want a better life for all.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Peran Geografer dalam Penyusunan RTH di RTRW

31 Juli 2017   09:30 Diperbarui: 31 Juli 2017   10:43 1259 0 0 Mohon Tunggu...

Siapa itu geografer? Orang sering salah sebut istilah 'geograf', padahal penamaan yang benar ialah 'geographer' (ahli geografi; indonesianya 'Geografer'). Di Indonesia, kami seringkali dipergunakan dalam database, yaitu pendataan GIS dan analisis teknisnya, tetapi sebenarnya keilmuan kami tidaklah sebatas itu. GIS (serta remote sensing) adalah alat kami, sehingga data-data yang terkumpul dapat teranalisa secara keruangan---atau dengan kata lain sering disebut "ANALISA SPASIAL". Ya, inilah kunci seorang geografer, yang digembar-gemborkan salah satu dosen favorit saya, Dr. Triarko Nurlambang, MA, di kampus.

Dalam menyikapi berbagai fenomena, berpikir secara holistik adalah suatu keharusan, dan semestinya bekerjasama dengan berbagai keilmuan. I Made Sandy (salah satu kepala di BPN), pernah berkata bahwa apabila pola pikir sudah terbentuk, terutama 'pola pikir geografis', maka geografer baru disebut sebagai "manusia terdidik"; corak geografi itu akan tampak apabila geografer memilih cabang ilmu yang dikhususkan (geografi fisik/geografi manusia). Namun, kenyataannya pada masa kini, perkembangan ilmu geografi adalah INTEGRATED GEOGRAPHY, yang artinya menggabungkan kedua hal tersebut, sehingga perlu orang-orang yang dapat berpikir secara holistik, dan ilmu-ilmunya pun tidak hanya terbatas pada geografi, tetapi juga ilmu-ilmu spesialis lain sesuai ranah kajiannya. Inilah sebabnya, ahli geografi perlu juga berhubungan dengan para ahli spesialis di luar bidangnya, seperti teknik sipil, teknik lingkungan, ahli kimia, dan sebagainya---tergantung konteks pekerjaan kajiannya.

Geografi adalah kunci penataan ruang agar dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kita lihat dalam suatu konteks Ruang Terbuka Hijau (RTH). Telah ditetapkan RTH sebesar 30% di perkotaan, yang terdiri dari 20% publik dan 10% privat.  Peranan geografer dalam penataan ruang sebenarnya mempergunakan pertanyaan seperti jurnalis, yaitu 5W+1H. Namun,  I Made Sandy, Bapak Geografer yang menjadi acuan mahzab, kita perlu mensintesis pertanyaan analisa spasial menjadi pertanyaan inti: APA, DIMANA DAN MENGAPA?

Lalu, bagaimana peran Geografer dalam perumusan RTH? Berikut ini akan dijabarkan kerangka pikir seorang geografer dari segi keilmuan S1, S2 dan S3:

1. Utk tahap S1, I Made Sandy menekankan cara MDAF (masalah-data-analisa fakta). Kembali pada pertanyaan inti: WHAT, WHERE, WHY. Biasanya geografer melihat masalah melalui:

a. APA objek/subjeknya (rumusan pertanyaannya: apa itu RTH & siapa yang menyediakan RTH?)

b. DIMANA saja RTH? (melihat dari fakta yang  sebelumnya sudah terjadi);

Persyaratan RTH cocoknya dimana? (Ini melihat dari syarat, lalu turun melihat fakta sebenarnya)

c. MENGAPA fakta lokasi RTH seperti itu? (sintesis jawaban dari mengapa ialah mencari "alasan atau apa yang menyebabkan" dari fakta lokasi keberadaan RTH yang sudah ada).

Mengapa persyaratan RTH sedemikian? (Penyebab mau membentuk RTH)

2. Tahap S2: analisa MDAF lebih lanjut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN