Mohon tunggu...
Kyota Hamzah
Kyota Hamzah Mohon Tunggu... penikmat sejarah dan pemulung kisah

seorang penikmat sejarah yang mencoba menulis dan berkarya. Serta penulis webnovel Fantasi Filosofi "Elvarette Shiro" di Mangatoon dan penulis buku "Cara lahap menyantap sejarah"

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Sejarah Budaya, Dua Sisi yang Tak Terpisahkan

11 Januari 2020   10:04 Diperbarui: 11 Januari 2020   10:07 262 0 0 Mohon Tunggu...

Hubungan antara sejarah dengan budaya tidak bisa dipisahkan. Keduanya  ibarat dua sisi koin. Sejarah adalah proses manusia mengenal lingkungan dari masa lalu untuk masa depan, lalu hasil dari pengamatan tersebut menjadi budaya yang melekat pada para pelakunya.

Maka akan nampak aneh bila keduanya dipisahkan. Bagaimana mungkin ada hasil bila tidak ada proses. Jadi perlu kiranya kita merenungkan sejenak akan apa yang ada disekitar kita. 

Apa yang telah ada di tengah kita pasti punya awalan dan maksudnya tersendiri. Peninggalan itu bisa berupa barang, gagasan, maupun kearifan yang telah mengalami perkembangan zaman dari generasi ke generasi.

Lalu ada persepsi salah kaprah yang terlanjur melekat pada masyarakat modern. Dimana budaya selalu identik dengan seni tari maupun karya lukis semata. Padahal budaya itu memiliki makna yang luas dan berkembang menyesuaikan keadaan. Budaya memiliki arti bagi yang mau menekuninya. Maka coba kita pahami dulu makna kata dari budaya itu sendiri kawan.

Budaya adalah kebiasaan yang telah berjalan lama dan telah menjadi pakem tertentu di suatu komunitas dan wilayah. Kebiasaan tersebut berasal dari akal budi masyarakat setempat yang mengamati apa saja yang bisa dipelajari dan diterapkan dalam membantu pekerjaan mereka. Hasil dari kebiasaan tersebut menghasilkan apa yang kita kenal sebagai budaya. Seni itu bagian dari budaya dan budaya bagian dari sejarah.

Jadi bila diresapi lagi, proses terbentuknya budaya itu yang memiliki nilai yang harus dipelajari. Sebab setiap proses ada perjuangan yang ingin disampaikan, yang disampaikan pada penerusnya supaya jangan lepas kebiasaan mereka yang telah dijalankan. Jadi apa yang dikerjakan oleh orang-orang saat ini tahu apa yang dikerjakan. Bukan sekadar ikut-ikutan tanpa paham maksudnya. Dan dari sini peran sejarah muncul bagi kita.

Sejatinya sejarah mengingatkan kita tentang cara dan makna. Sejarah bukan hafalan tapi keteladanan. Mengetahui proses membantu kita dalam menjalankan pekerjaan yang Ada, memahami tujuan memantapkan tekad kita untuk terus bekerja mematangkan jadi diri. Bila semua berjalan sesuai jalur yang diwariskan, maka identitas sejati akan keluar dari dalam diri.

VIDEO PILIHAN