Mohon tunggu...
Dian Herdiana
Dian Herdiana Mohon Tunggu... Dosen - Dosen di Kota Bandung

Mencari untuk lebih tahu

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Biaya Wisuda Mahal, Salah Siapa?

9 Oktober 2020   16:52 Diperbarui: 12 Oktober 2020   04:39 1322
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Youtube/CerdikIndonesia

Jagad maya dihebohkan dengan adanya video keluhan salah satu orangtua mahasiswa yang "mengutuk" pejabat kampus di salah satu univerisitas di Kota Bandung mengenai mahalnya biaya wisuda.

Orangtua tersebut menilai tidak masuk akal biaya wisusda mencapai 3.7 juta sedangkan acara wisuda dilaksanakan secara daring. Lanjutnya, orangtua mahasiswa tersebut menuntut pihak kampus untuk mengembalikan uang wisuda tersebut. 

Sebagai warga masyarakat pada umumnya, saya sangat memahami keluh kesah apa yang diutarakan oleh orangtua tersebut.

Namun di sisi lain kapasitas saya sebagai dosen yang juga kebetulan pernah menduduki salah satu jabatan kampus dan pernah juga terlibat langsung dalam kegiatan wisuda merasa "perlu" berbicara mengenai permasalahan heboh mahalnya biaya wisuda.

Dalam kapasitas ini, saya akan menjelaskan mengenai sedikit "urusan dapur" perguruan tinggi swasta pada umumnya yang mungkin masyarakat umum tidak mengetahuinya, tanpa menyudutkan pihak manapun.

Pertama, Pengelolaan Dibawah Yayasan Pendidikan Tinggi.

Berbeda halnya dengan perguruan tinggi negeri yang pengelolaannya berada di bawah pemerintah, yang mana ada anggaran yang dikeluarkan negara melalui APBN, perguruan tinggi swasta pengelolaannya berada di bawah suatu yayasan perguruan tinggi, dalam prakteknya pengelolaan keuangan tidak akan lepas dari campur tangan yayasan.

Akan menjadi masalah kemudian yaitu sejauh mana komitmen yayasan dalam pengelolaan perguruan tinggi tersebut, dalam masalah ini yaitu pengelolaan keuangan kampus.

Secara realita, ada yayasan yang profesional, transparan dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika dalam menjalankan suatu perguruan tinggi.

Tetapi tidak menutup mata bahwa ada juga yayasan yang menerapkan nilai organisasi tertutup, tradisional, tidak transparan, bahkan dikelola dengan manajemen "keluarga".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun