Puisi

Laksana Tong Kosong

14 Maret 2018   02:05 Diperbarui: 14 Maret 2018   02:20 323 2 2

Di pos ronda,  kepalaku masih saja bekerja,  bukan hanya jaga kenyamanan warga,  namun juga tangan menuntunku merangkai kata

Waktu melewati batas tengah malam,  merasuk dalam seperti malam,  mari kawan bersholat malam,  agar hidup makin tentram

Di pos ronda kawanku tertawa,  saksikan aku berkata cinta,  dia fikir aku sudah tua,  tak pantaslah bicara cinta

"hahahaha.. " Aku pun turut tertawa,  bagiku itu biasa,  di cerca, dihina saat bicara romantisnya cinta, apalagi di hadapanya

Mereka fikir aku seorang penyair,  berucap tanpa mikir,  namun bikin hati terjungkir,  hingga masam melihat bibir

Mereka fikir aku bak tong kosong,  di pukul nyaring, di buka kosong,  kepalanya pengap,  menguap bolong

Namun,. Biarlah mereka anggap aku tong kosong,  toh masih suka menolong,  tak peduli celananya bolong,  kantong kosong pun, aku tolong

Bagiku tak boleh bohong,  apalagi janji di siang bolong,  janji calon pejabat di dalam kolong,  padahal "tong...tong... tong...  Suara kaleng bolong rasa plong