Mohon tunggu...
Kuya Fikri
Kuya Fikri Mohon Tunggu... Lainnya - Saya suka melawan arus, dan membuat arus saya sendiri

Ketua Umum Pergerakan Milenial Minang

Selanjutnya

Tutup

Bola

Piala Dunia, Panggung yang Disiapkan?

1 Juli 2018   00:18 Diperbarui: 2 Juli 2018   09:57 288
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

BAGAIMANA PENDAPAT ANDA?

Kalau seperti ini. Saya yakin Ini bakalan menjadi tontonan yang  mengasyikkan. Sandiwara ini sungguh sangat Luar niBiasa.

Siap-siap melihat hasil Piala Dunia sudah diatur, dan mungkin juga final Liga Champions, setelah mantan Presiden UEFA Michel Platini mengungkap praktek curang di elit sepak bola dunia. Begini caranya.

Michel Platini, mantan Presiden UEFA (asosiasi sepak bola Eropa) mengklaim "sedikit tipuan" digunakan dalam undian Piala Dunia 1998 untuk meningkatkan peluang terjadinya final antara Perancis vs Brasil, dua tim terfavorit saat itu.

Platini saat ini tengah dilarang terlibat dalam aktivitas sepak bola apa pun selama empat tahun -- sudah berkurang setengah dari sanksi semula delapan tahun -- setelah ia dinyatakan bersalah menerima "fee kesetiaan" dari Presiden FIFA Sepp Blatter.

Mantan playmaker Perancis dan Juventus itu adalah presiden-bersama dari panitia penyelenggara Piala Dunia pada tahun 1998, dan mengakui alokasi grup untuk tim-tim unggulan disusun sedemikian rupa dengan maksud untuk menciptakan "final impian".

FiFA... main-main sama mereka.

Jerman kalah. Pemegang juara itu tak mampu melewati fase awal.  Sang pelatih, Joachim Lw yang berjasa mengantarkan Jerman Juara Piala Dunia 2014, menyadari bahwa ia gagal.

"Saya harus bertanya kepada diri saya sendiri", katanya setiba di Jerman setelah dieliminasi oleh Korea di Piala Dunia 2018. "Joachim Low menyalahkan dirinya. Ia ingin mengatakan, saya kalah. Saya gagal. Saya introspeksi diri".

Piala Dunia masih berlangsung

Pada akhirnya, saya patut mengapresiasi Roland Barthez yang sejak dulu telah mengungkapkan bahwa dalam seluruh permainan dunia ini, semuanya hanyalah mitos yang "sengaja" diciptakan oleh oknum2nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun