Mohon tunggu...
Kurniawan
Kurniawan Mohon Tunggu... Mahasiswa - Pendidikan Masyarakat Universitas Sriwijaya

Orang lain bisa kenapa saya tidak bisa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Lansia Sehat Indonesia Kuat

2 Oktober 2022   13:51 Diperbarui: 2 Oktober 2022   14:11 120 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diperingati setiap tanggal 29 Mei merupakan hari di mana negara Republik Indonesia ingin mengapresiasi berupa penghargaan atas semangat jiwa raga serta peran penting dan strategi para lanjut usia Indonesia dalam kiprahnya mempertahankan kemerdekaan, mengisi pembangunan dan memajukan bangsa. 

HLUN dicanangkan pertama kali secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 29 Mei 1996. Tahun 2022 ini adalah peringatan HLUN ke 26 dengan Tema "Lansia Sehat, Indonesia Kuat".

Menurut Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan, yang dimaksud dengan Lanjut Usia (lansia) adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. Proses penuaan akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan, baik aspek sosial, ekonomi maupun aspek kesehatan. 

Ditinjau dari aspek kesehatan, kelompok lansia akan mengalami penurunan derajat kesehatan baik secara alamiah maupun akibat penyakit sehingga diperlukan pendekatan khusus bagi kelompok lansia dan upaya perbaikan kualitas kesehatan secara berkelanjutan. Perbaikan kualitas kesehatan ini ditandai dengan tingkat kemudahan penduduk dalam mengakses sarana dan prasarana kesehatan, peningkatan kualitas asupan gizi, serta berkurangnya angka kesakitan.  

Keberhasilan pembangunan berbagai bidang terutama bidang kesehatan akan memperbaiki kualitas hidup dan kesehatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan usia harapan hidup dan semakin meningkatnya penduduk lansia dari tahun ke tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan rerata angka harapan hidup penduduk Indonesia selama 73,5 tahun pada tahun 2021.

Dibalik keberhasilan peningkatan umur harapan hidup terselip tantangan yang harus diwaspadai, yaitu ke depannya Indonesia akan menghadapi beban tiga (triple burden) yaitu di samping meningkatkan angka kelahiran dan beban penyakit (menular dan tidak menular), juga akan terjadi peningkatan angka beban ketergantungan penduduk kelompok usia produktif terhadap kelompok usia tidak produktif (Infodatin Kemenkes, 2014). 

Hal ini dimungkinkan karena lansia dihadapkan dengan masalah kestabilan dan kemandirian finansial. Lansia umumnya sudah tidak produktif dan tidak memiliki kemandirian secara ekonomi. Tidak semua lansia memiliki jaminan sosial, dana pensiun, atau bahkan sumber pendanaan lainnya yang mampu membiayai kebutuhan mereka. 

Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa dalam satu struktur keluarga, orang tua (lansia) secara ekonomi harus bergantung pada anaknya atau yang lebih muda.

Penuaan Penduduk (ageing population) sudah menjadi fenomena global karena hampir setiap negara di dunia mengalami penambahan penduduk lanjut usia yang sangat drastis baik jumlah maupun proporsinya dalam populasi. Struktur penduduk Indonesia berada pada ageing population, yang ditandai dengan persentase penduduk lanjut usia tahun 2020 yang mencapai lebih dari 10 persen.

Pada tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia yang termasuk kategori usia 60 tahun ke atas diperkirakan sebanyak 28 juta jiwa atau sebesar 10,7 persen dari total penduduk. 

Bahkan dari hasil proyeksi penduduk tersebut, pada tahun 2045, lansia Indonesia diperkirakan akan mencapai hampir seperlima dari seluruh penduduk Indonesia. Fenomena demografi ini dapat membawa dampak positif, namun dapat juga menjadi penghambat dalam pembangunan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan