Kotak Suara

Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah

14 April 2018   18:31 Diperbarui: 14 April 2018   22:09 481 1 0
Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah
1340-jpg-5ad1eeb85e1373585b4fd648.jpg

Melihat kondisi generasi muda saat ini, sudah saatnya pendidikan moral diberlakukan diberbagai sekolah. Upaya pembentukan moral generasi penerus sudah saatnya dilakukan. Bukan hanya menjadi sebuah materi namun harus menjadi sebuah realitas nyata dalam dunia sekolah.

Lantas apakah selama ini pendidikan moral tidak diberlakukan di tiap sekolah? Jawabannya ada, namun masih terkesan setengah hati. Konsep pendidikan hanya terpaku bagaimana setiap murid harus lulus atau naik kelas dengan predikat yang memuaskan. Tidak bagaimana harus menjadi manusia paripurna yang peka terhadap lingkungan sosial.

Sejatinya, pendidikan moral berbasis karakter harus benar-benar diberlakukan disetiap sekolah untuk membendung gejolak sosial dan perbaikan generasi mendatang. Bagaimana menciptakan kedisiplinan mereka, kreatifitas dan mencegah pengaruh luar yang menghantam karakter setiap individu peserta didik.

Konsistensi dan pembinaan yang berkepanjangan

Tentu bukan perkara mudah untuk merubah sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh setiap invidu. Kebiasaan ini sangat berpengaruh dengan lingkungan sosial. Bukankah kita percaya bahwa lingkungan adalah adalah salah satu faktor yang mengubah pola dan perilaku bermasyarakat. 

Dalam konteks sekolah, lingkungan yang saya maksud adalah bagaimana menciptakan konsistensi kedisiplinan belajar, merawat lingkungan, manajemen pendidikan bahkan materi pendidikan yang berbasis karakter. Semuanya harus benar-benar dikalborasikan dengan nilai karakter didalamnya. Dan harus memenuhi standar pesan moral.

Selain itu, pola belajar dan mengajar juga sangat berpengaruh pada psikologis peserta didik. Oleh sebab itu seorang guru harus benar mengerti dan memahami bagaimana menggodok karakter peserta didik agar mampu melahirkan generasi gemilang yang berkualitas dimasa mendatang.

Ini tugas mulia yang harus benar-benar diterapkan disetiap sekolah. Mulai sejak sekolah dasar sampai sekolah tingkat atas bahkan bila perlu sampai dalam dunia perkuliahan. Siswa tidak boleh dijauhkan dari materi berbasis karakter.

Bagaimana membentuk karakter siswa

Sekali lagi saya katakan, ini bukan merupakan sebuah tugas ringan yang dapat menuai hasil dalam waktu singkat. Ini adalah tugas berat yang perlu dilakukan setiap hari, bulan, tahun dan seterusnya. Memang tidak mudah melakukannya namun upaya pendekatan preventif adalah merupakan salah satu cara untuk memulai membina peserta didik.

Saya masih begitu ingat saat saya berada disekolah dasar beberapa waktu yang lalu. Dimana, kami sebagai murid diwajibkan menunggu guru didalam ruangan belajar. Lantas ketika guru memasuki ruangan dan memberi salam kamipun berdiri dan kemudian serentak menjawab salam tersebut. Kami tidak duduk kembali setelahnya jika guru tidak menyuruhnya.

Dan sebelum kami memulai belajar sang guru akan bertanya sudah wudhukah kalian? Tentu guru menyuruh kami sebelum memulai belajar kami harus berwudhu. Biasanya guru memberikan waktu sekitar sepuluh menit untuk teman-teman yang belum berwudhu segera melakukannya. Dan stelah semuanya selesai. Barulah kami berdoa serentak dan setelah itu baru kami belajar.

Ini saya kira patut terus diterapkan diberbagai sekolah yang ada di Indonesia. Mengawali belajar dengan mengharapkan Tuhan terlibat didalamnya. Mengajak setiap peserta didik untuk meminta Ridha Tuhan sebelum memulai proses belajar mengajar.