Mohon tunggu...
Kurnia ApriyaniGulo
Kurnia ApriyaniGulo Mohon Tunggu... Guru - Guru

Membaca, Menulis, Menonton, Travelling

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Koneksi Antar Materi Modul 1.4.a.8

27 Oktober 2022   14:48 Diperbarui: 27 Oktober 2022   15:03 802
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

2. Pada dasarnya kita kita tidak dapat merubah karakter orang lain, tetapi kita bisa merubah diri sendiri sehingga menjadi teladan bagi orang-orang yang ada disekitar kita

3. Posisi kontrol saya selama ini sebagai penghukum, pembuat merasa bersalah dan teman, setelah memahami modul ini menjadi Manager dan setidaknya sebagai pemantau

4. Pengalaman seperti apakah yang pernah Anda alami terkait penerapan konsep-konsep inti dalam modul Budaya Positif baik di lingkup kelas maupun sekolah Anda?  Bagaimanakah perasaan Anda ketika mengalami hal-hal tersebut?

Pengalaman yang saya alami dalam penerapan konsep modul budaya postif ini yaitu pada saat saya mempunyai keinginan untuk menyelesaikan permasalahan pelanggaran yang telah dilakukan oleh peserta didik yaitu saya meletakkan posisi saya sebagai manajer dengan konsep penyelesaian SEGITIGA RESTITUSI terkadang sikap saya berbenturan dengan budaya sekolah yang terbiasa menghukum siswa sebagai langkah ampuh selama ini untuk  membentuk disiplin peserta didik.  Dengan melihat keadaan ini saya merasa perlu menosialisasikan hal ini kepada teman sejawat tetapi sebelumnya membutuhkan kolaborasi dengan Kepala Sekolah tentang Posisi Kontrol Guru dan bentuk penyelesaia masalah dengan segitiga restitusi.  Saya merasa perlu segera membuat strategi pelaksanaannya dan mengeksekusinya.

5. Bagaimanakah perasaan Anda ketika mengalami hal-hal tersebut?

Awalnya saya merasa  pesimis, tapi setelah berkoordinasi dengan Kepala Sekolah saya merasa bersemangat untuk segera mengaplikasikan posisi kontrol guru dalam menumbuhkan budaya positif di sekolah dan dalam menyelesaikan setiap kasus yang terjadi diselesaikan secara restitusi untuk mempertegas keyakinan mereka agar menjadi motivasi yang tumbuh dari dalam diri mereka.

6. Menurut Anda, terkait pengalaman dalam penerapan konsep-konsep tersebut, hal apa sajakah yang sudah baik? Adakah yang perlu diperbaiki?

Hal yang menurut saya sudah baik adalah sikap guru dan tenaga kependidikan di SMAN 1 Gunungsitoli terbuka dalam menerima perubahan positif yang ada sehingga mudah dalam memperbaiki paradigma.  Tetapi tentunya banyak hal yang masih harus diperbaiki karena untuk penumbuhan budaya positif disekolah adalah tanggung jawab setiap orang dalam komunitas sekolah baik Kepala Sekolah, guru, tenaga kependidikan dan juga siswa bahkan orang tua siswa juga.  Hal yang dimaksud adalah dimulai dari hal sederhana tetapi merupakan hal penting yaitu penetapan keyakinan kelas yang kemudian menjadi keyakinan sekolah yang relevan dengan visi sekolah.

7. Sebelum mempelajari modul ini, ketika berinteraksi dengan murid, berdasarkan 5 posisi kontrol, posisi manakah yang paling sering Anda pakai, dan bagaimana perasaan Anda saat itu? Setelah mempelajari modul ini,  posisi apa yang Anda pakai, dan bagaimana perasaan Anda sekarang? Apa perbedaannya

Sebelumnya saya menggunakan posisi kontrol sebagai penghukum, pembuat merasa bersalah dan teman dalam menyelesaikan permasalahan. Pada saat itu perasaan saya adalah saya sudah benar dengan tindakan saya berikan kepada peserta didik walupun hasil yang saya harapkan kadang berhasil ataupun gagal dan  kadang terulang kembali.

Tetapi setelah saya mempelajari modul ini saya mencoba menggunakan posisi kontrol sebagai manajer dengan menerapkan segitiga restitusi, saya menjadi lebih bangga dengan tanggapan dan hasil yang dirasakan peserta didik kita. Karena setelah saya menerapkan segitiga restitusi peserta didik lebih menunjukan rasa tanggung jawab yang tinggi dan dapat memperbaiki kesalahan sendiri dengan baik

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun