Mohon tunggu...
Mawan Sastra
Mawan Sastra Mohon Tunggu... Koki Nasi Goreng

penggemar fanatik Liverpool sekaligus penggemar berat Raisa

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Sepasang Sakit

24 Februari 2021   08:41 Diperbarui: 24 Februari 2021   08:48 100 9 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sepasang Sakit
gatra.com

Pagi pilu itu, ketemukan mayatmu telanjang tenggelam di dalam bak. Wajahmu yang tampan menjadi sangat pucat dan tampak dingin sekali. Aku tidak menyangka dan tidak pernah didatangi sebuah firasat akan kematianmu macam begitu.

Sebelum itu: aku bangun jam lima pagi, satu jam di dapur untuk menyediakan makanan buatmu, ada nasi panas mengepul di dalam rantang paling bawah. Juga ada olahan tuna goreng beserta sambal bawang. Aku memilih sayur bening, berisi bayam dan potongan jagung, tidak ketinggalan irisan bawang goreng. Setelah itu aku keramas, tak lupa kuperhatikan sejenak payudaraku yang lucu tersisa satu. Lalu beberapa menit di depan meja rias mengatur penampilanku.

Katakanlah rohmu masih ada di dalam apartemenmu, kau mungkin bisa melihat blus biru laut yang melekat di tubuhku kehilangan banyak bobot. Aku mengenakan wig menutupi rambut botakku. Aku memakai pelembab bibir, bulu di atas mataku sudah tidak ada sehingga aku melukisnya dengan pensil alis. Apakah roh juga bisa mencium? Kalau iya, kau tentu masih bisa mengenal aroma japanese  cherry blossom eau de toilette dariku.

Aku menenteng rantang keluar rumah dan salah satu pundakku menggantung Gucci berwarna abu-abu. Adalah kado dari suamiku pada saat aku ulang tahu kemarin yang ke-38 tahun. Dan mungkin itu hadiah terakhir yang kudapat darinya sebelum aku menyusulmu di keabadian. Segera kukeluarkan SUV dari garasi. Beberapa meter meninggalkan rumah, aku sempat dicegat suamiku yang baru kembali dari joging.

Dia belepotan keringat mengetuk jendela, segera kuturunkan kaca jendela. Ia menanyakan arah tujuanku. Seperti yang sudah sering kubeberkan padamu setiap pertemuan kita di apartemenmu, kami sepasang suami istri yang selalu terbuka tanpa saling menyembunyikan hal sekecil apa pun itu.

Makanya sangat santai aku menyebut namamu sebagai tujuanku keluar rumah, sebagaimana ketenangan dia membeberkan kencannya dengan wanita-wanita selingkuhannya, saat dia pulang dini hari dan aku bawel bertanya. Tanpa banyak bicara lagi, dia memajukan kepalanya, aku mengerti apa yang dia inginkan, lantas kusambut bibirnya dengan bibirku. Ah, dia memuji: aku cantik katanya.

Aku sempat memikirkan pujiannya yang singkat saat kembali kulajukan mobil. Bisa jadi itu hanya siasatnya demi membuatku senang. Aku sudah lama merasa tidak cantik, dan kau pun tidak pernah mengatakan seperti itu kepadaku di setiap pertemuan kita.

Kalau memang aku ini masih cantik sebagaimana katanya, mana mungkin dia berpaling dariku yang jelas-jelas telah diikat oleh ikatan pernikahan. Justru dia kepincut membaui tubuh wanita-wanita luar, alih-alih tubuhku .

Aku sangat sadar kondisiku yang semakin buruk telah meruntuhkan cintanya terhadapku. Cintanya yang kurasakan kian terkikis membuat aku juga berubah. Oleh keadan kami seperti ity menuntut aku untuk selalu siap sedia dengan skenario yang sewaktu-waktu terjadi andai-kata dia meninggalkanku. Tapi dia tidak akan meninggalkanku sebagaimana yang ditegaskan, mungkin dia kasihan, mungkin lebih baik baginya menunggu sampai aku yang meninggalkannya karena kematian.

Sebenarnya aku bisa saja meninggalkannya tanpa harus mati. Dengan cara aku yang angkat kaki dari rumah, kemudian kubiarkan ia memilih untuk menikahi satu di antara wanita-wanita selingkuhannya. Semua itu baru akan kulakukan seandainya kau meminta kepadaku untuk tinggal bersama, menemani hari-harimu. Sayangnya tidak pernah tebersit permintaan seperti itu darimu.

Aku kembali mencintaimu, setelah memantapkan hatiku untuk tidak meneruskan cinta kepada suamiku yang selalu kupertanyaan cintanya. Nyaris setiap aku datang berkunjung, blak-blakan kusampaikan itu kepadamu. Tapi kau tidak mengindahkan, semakin kau mendengar itu dariku semakin kau bawel menguarkan cintamu yang tetap setia kepada Wati.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x