Mohon tunggu...
Mawan Sastra
Mawan Sastra Mohon Tunggu... Koki Nasi Goreng

Penggemar Fanatik (baca; Raisa)

Selanjutnya

Tutup

Humor Pilihan

Entah Apa yang Merasukimu, Jokowi?

23 Oktober 2019   15:05 Diperbarui: 23 Oktober 2019   15:30 0 1 0 Mohon Tunggu...
Entah Apa yang Merasukimu, Jokowi?
foto: detik.com

Susi Pudjiastuti tidak ada dalam kabinet kerja jilid II. Banyak masyarakat kecewa. Menteri kelautan dan perikanan diisi oleh Edhy Prabowo. Satu hal lain yang membuat publik terbelalak seolah tidak percaya, masuknya nama Prabowo sebagai pembantu Jokowi, dipercaya menjadi  Menteri Pertahanan. 

Rangganya Cinta yang sedang di New York, di tengah-tengah sibuk melayani pengunjung kafenya, mungkin akan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri perihal kabar yang baru saja sampai ke kupingnya. Bukan tentang Ada Apa dengan Cinta? Tetapi ada Ada Apa dengan Jokowi?

Prabowo kemarin ada pada barisan 'nyinyir' oposisi, rival Jokowi di pilpres, pertarungan yang melelahkan pikiran dan tenaga. Akhirnya ia kalah. Orang-orang mengira setelah kekalahannya dua kali kesempatan secara berturut-turut oleh satu orang yang sama, Prabowo akan fokus pada kuda-kudanya. Ternyata perkiraan itu meleset jauh, justru di luar dugaan Prabowo melakukan manuver dan masuk ke dalam pelukan Jokowi. Prabowo menjelma menjadi oposisi yang tidak dirindukan.

Beginilah (mungkin) kisah itu bermula, suatu hari Prabowo sedang pusing hebat, kepalanya terasa ingin pecah, sebab lagi-lagi kalah pilpres dan saat mengajukan gugatan ke MK, gugatannya ditolak. Prabowo pun memilih liburan di tempat sepi dan terpencil seorang diri.

Di bibir pantai, ia tenggelam dalam perenungan, ombak terus bergerak menjilat kakinya, suara ombak bersahutan dengan desau angin, pemandangan senja memanjakan mata. Prabowo merenungi perjuangannya selama ini. Ia seolah-olah tidak percaya dirinya kalah dalam dua edisi pilpres di negara tercinta ini.

Apa yang salah denganku? Apa yang membuat masyarakat sehingga lebih memilih dia daripada aku? Lalu di mana keadilan Tuhan? Pertanyaan-pertanyaan itu tebersit dalam dirinya seolah-olah masih belum bisa menerima kenyataan yang ada.

Suasana pantai yang diharapkan bisa membuat pikirannya tenang, tidaklah mempan. Ibarat minum obat berkali-kali tapi belum sembuh juga. Akhirnya Prabowo ingin kembali ke penginapan mumpung malam belum juga tiba. 

Ia sudah beranjak dari posisinya semula. Bahkan kakinya sudah mengayun beberapa langkah. Tiba-tiba ia berhenti, dan melihat lampu ajaib bergerak disapu oleh ombak, sampai ke bibir pantai. Prabowo tercengang melihat benda itu. Ia semula mengira itu hanya barang antik peninggalan zaman dahulu.

Seperti mendapat durian runtuh, Prabowo pun mendekati benda itu yang mulai ditinggalkan ombak. Dengan tangannya yang besar di masa muda sering digunakan memegang senjata, meraih benda tersebut. Ia semakin takjub melihat ukiran pada permukaan benda itu. 

Ia tidak punya pikiran bahwa di dalam benda itu ada jin. Jin yang pernah bertuan seorang tokoh fiksi bernama Aladin. Bahkan Prabowo tidak punya pemikiran ke arah sana, sehingga tidak menyangkut pautkan hal itu. Memang kemarin perhatiannya terlalu sibuk soal pilpres sehingga tidak menonton film Aladin yang sedang tayang di bioskop.

Ketika tangannya sedang meraba-raba permukaan lampu ajaib itu. Seketika muncul kepulan asap, membuatnya terheran-heran dan sempat gemetar. Ia memerhatikan asap yang bergerak, lama-lama membesar dan menjadi sosok asing bagi Prabowo, ialah jin dan langsung memberikan sapaan kepada Prabowo yang masih bengong seolah tidak percaya apa yang telah disaksikannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x