Mohon tunggu...
Kupret El-kazhiem
Kupret El-kazhiem Mohon Tunggu...

Pelarian, Pengangguran, Soliter, Serabutan, Penduduk Bumi

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Belajar Kepada Nabi-Nabi Pembebas Manusia

16 Desember 2012   07:32 Diperbarui: 24 Juni 2015   19:34 445 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belajar Kepada Nabi-Nabi Pembebas Manusia
1355642178578727533

Judul Asli : Islam and Liberation Theology: Essay on Liberative Elements in Islam

Judul Terjemah: Islam dan Teologi Pembebasan

Penulis : Asghar Ali Engineer Penerbit : Pustaka Pelajar Tahun terbit : 1999 Jumlah hlm. : 332+xiv

[caption id="attachment_214774" align="alignright" width="178" caption="url gambar: http://libstaih.blogspot.com/2009/08/islam-dan-teologi-pembebasan.html"][/caption]

Sisi lain dari Yesus adalah sosok yang liberal, radikal, impresif sekaligus menyebalkan. Kritiknya tajam, dan agaknya, ajaran-ajarannya dinilai telah keluar dari mainstream. Gaya mengajarnya tidak seperti para imam ahli Taurat. Akhirnya Yesus pun dimusuhi. Bergaulnya saja sama pemungut cukai dan orang-orang berdosa. Waktu murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi berpuasa, murid-murid Yesus tidak berpuasa. Di hari Sabat pun murid-muridnya malah memetik gandum, sesuatu yang sebenarnya dilarang. Yesus juga pernah membebaskan perempuan yang berzinah dengan alasan yang filosofis. Padahal dalam hukum orang Yahudi, perzinahan bisa berujung pada hukum rajam.

Yesus merupakan sosok guru agama yang berani merombak tata nilai yang telah mapan namun dinilai kaku. Singkat kata, Yesus adalah sosok Yahudi yang liberal, "sesat dan menyesatkan". Wajar kalau dimusuhi, dan akhirnya (dalam sejarah mainstream) dihukum mati.

Kemudian Muhammad ketika belum menjadi Nabi di usianya 25 tahun menikahi perempuan janda 3 kali bernama Khadijah sebagai istri pertama yang mana dalam tradisi Arab merupakan aib. Pada waktu itu beragam sya'ir yang memuja keperawanan perempuan atau perempuan yang masih perawan ke tataran tingkat tertinggi juga dijadikan sebagai konsensus sosial bahwa menikahi perempuan perawan merupakan prestise individu dan sosial. Muhammad juga berani memerdekakan para budak. Artinya, Muhammad berani menentang sistem perbudakan tersebut yang sudah berlangsung sekian lama.

Islam sendiri pada awal perkembangannya banyak dipeluk oleh orang-orang yang bukan golongan elit masyarakat. Muhammad sebagai pembawa risalah juga berasal dari keluarga Quraisy yang, walaupun cukup terpandang, tetapi keluarganya (khususnya ayahnya yang bernama Abdullah) tidak tergolong datang dari keluarga kaya dan berstatus sosial tinggi. Pada saat itu Islam menjadi tantangan yang membahayakan para saudagar kaya Mekah, sehingga mereka menolak ajaran Islam. Bukan semata-mata karena mereka menolak risalah, tetapi lebih kepada ketakutan mereka terhadap Islam yang akan membawa perubahan sosial, khususnya pada tingkatan kekuasaan, baik politik maupun ekonomi.

Di dalam bukunya Islam and Liberation Theology: Essay on Liberative Elements in Islam dan sudah diterjemahkan Islam dan Teologi Pembebasan, Asghar Ali Engineer membawa pembaca untuk menelaah liberalisme ke dalam makna "liberasi/membebaskan"-nya. Dia membaca Islam sebagai kerangka pemikiran dan konsep bagi manusia untuk mengambil peran dalam membela kelompok yang tertindas.

"Masyarakat yang sebagian anggotanya mengeksploitasi sebagian anggota lainnya yang lemah dan tertindas tidak dapat disebut sebagai masyarakat Islam." begitu katanya.

Teologi pembebasan adalah anti kemapanan, baik kemapanan relijius maupun politik. Engineer menafsirkan/mengintepretasikan kembali ungkapan Karl Marx yang terkenal—yakni bahwa agama adalah candu bagi masyarakat—bukan sekedar mencandukan kesadaran masyarakat, agama juga turut memantapkan status quo dan tidak mendukung perubahan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x