Kumil Laila
Kumil Laila

Selalu berusaha dan bersyukur.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Yuk Bernostalgia!

14 Februari 2018   13:45 Diperbarui: 14 Februari 2018   13:58 440 0 0
Yuk Bernostalgia!
screenshot-2018-02-14-13-56-16-com-android-browser-1518591402612-5a83ddb3f133446d73251695.jpg

Apa yang ada difikiran anda ketika mendengar kata nostalgia? Tentunya masa lalu kan? Kenangan manis apa yang kalian ingat saat masa lalu?

Pada kesempatan kali ini, saya akan mengingatkan kembali tentang dulinan/mainan apa saja yang ada pada masa lalu.

Modernisasi seperti sekarang ini, dimana teknologi maju sangat pesat, ternyata telah mengubah perilaku masyarakat, terkhusus kepada anak. Permainan tradisional/dulinan yang dulu sering kita lihat, kini sudah terlenyap dan mungkin anak zaman sekarang tidak tahu permainan tradisional apa saja yang ada pada saat dahulu.

Sebagai pengganti, saat ini anak-anak bermain play station, gadget,dan lain-lainnya. Jenis permainan tersebut semakin membuat anak bersikap individual. Anak tidak terlibat emosi dengan temannya, interaksi dengan lingkungan maupun suasana diluar rumah. Pola bermain yang hanya duduk saja ternyata beresiko terhadap kesehatan anak. Salah satunya adalah faktor pemicu kegemukan.

Berbeda dengan permainan pada masa lalu, yaitu banyak melibatkan motorik pada anak. Seperti bekelan, egrang, gobak sodor, kasti, betengan,dan lain sebagainnya.Selain itu juga terdapat unsur keberanian, pertemanan, dan eksplorasi terhadap lingkungannya. Berbagai permainan pada masa lalu, sangat banyak memberikan manfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan untuk anak.

Apakah anda waktu kecil mempunyai banyak mainan dari hasil membeli? Mungkin kebanyakan anak zaman dahulu jarang sekali mempunyai mainan yang dibelikan oleh orang tuanya. Anak zaman dahulu hampir selalu mengandalkan sumber daya alam yang ada. Misalnya, batang pohon, dedaunan, bunga-bunga, dan benda-benda yang di sekitar limgkungan rumah kita.

Permainan apa saja yang kalian ingat saat kecil?

Apakah kalian masih ingat dengan mahkota dari daun nangka, keris dari daun kelapa (janur), seruling dari batang padi, perahu dari kulit jeruk bali, kuda-kudaan dari pelepah pisang, permainan bekelan, gasingan, kelerengan,membuat minyak dari daun jarak dan lain sebagainya?

Masih ingat caranya bukan?

Ada beberapa dulinan/maianan anak dengan menggunakan lagu, tetapi terkadang kurang bermakna. Yang membuat heran, siapa pencipta lagu-lagu tersebut? Tentunya dia itu sangat kreatif., akan tetapi kurang terarah. Seperti contohnya, penggalan lagu yang melibatkan dua anak atau lebih kemudian masing-masing anak menyerahkan tangannya untuk ditumpuki tangan anak lain sambil bernyanyi.......

Ji walangkaji koko beluk dem-dem.....dan seterusnya.

Apa makna dari lagu itu? Tidak ada. Nah, kalau yang seperti ini, ya tidak perlu kita ajarkan kepada anak-anak, kecuali lagu tersebut diganti dengan kalimat yang lebih bermakna.

Sekarang, silahkan kalian mengingat kembali masa kecil yang bahagia, lalu berikan kepada anak-anak kita.

Referenasi: Buku Edu Games for Child (2008) karya Farida Nur'aini.

Terimakasih.