Mohon tunggu...
ACJP Cahayahati
ACJP Cahayahati Mohon Tunggu... Insinyur - Life traveler

tukang nonton film, betah nulis dan baca, suka sejarah, senang jalan-jalan, hobi jepret, cinta lingkungan, pegiat konservasi energi dan sayang keluarga

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Nasib Jakarta di Tahun 2030 Vs Ibu Kota Ternyaman

19 September 2019   22:37 Diperbarui: 24 September 2019   23:45 1275
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Suasana kepadatan kendaraan di Jakarta (Dokumentasi pribadi)

Bicara tentang kota idaman, atau sekarang yang sedang ramai jadi pembicaraan, ibu kota idaman, seperti apakah?

Presiden Jokowi mengungkapkan dalam Pidato Kenegaraan HUT RI-74 di Gedung MPR\DPR\DPD hari Jumat tanggal 16 Agustus  2019 bahwa sebuah ibu kota negara bukan hanya simbol identitas bangsa, tetapi juga representasi kemajuan bangsa. Beliau mengatakan pemindahan ibu kota juga demi terwujudnya pemerataan dan keadilan ekonomi.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro juga mengatakan lokasi ibu kota baru harus memiliki beberapa poin:

1. Berada di tengah-tengah wilayah Indonesia untuk merepresentasikan keadilan dan mendorong percepatan wilayah timur Indonesia

2. Memiliki risiko yang minim akan bencana gempa bumi, gunung berapi, tsunami, banjir, longsor mau pun kebakaran hutan dan lahan

3. Memiliki ketersediaan air bersih dan bebas pencemaran lingkungan

4. Harus dekat dengan kota yang sudah terbangun dan memiliki infrastruktur seperti bandara

5. Memiliki akses logistik yang memadai serta dekat dengan perairan

6. Dari sisi sosial, juga harus memiliki potensi konflik sosial minimal, dan 

7. Sekitar wilayah tersebut juga memiliki budaya terbuka terhadap pendatang

Banyak negara di atas bumi ini pernah memindahkan ibu kotanya. Katakanlah, Jerman, yang pernah memindahkan ibu kotanya dari Berlin ke Bonn dan akhirnya kembali dipindahkan ke Berlin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun