Mohon tunggu...
Heart Light
Heart Light Mohon Tunggu... Mahasiswa - Heart Light🍓

Simple girls 🌷🍀 🌷and be my self Life is Love❤️

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

The Powerfull of Optimisme

24 Juli 2021   11:00 Diperbarui: 31 Juli 2021   05:30 398
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Image : penjelajah.com

Kau bisa merobek hatiku

Tapi aku tahu obatny


Kau bisa hitamkan putihku

Kau takkan gelapkan apapun

Kau bisa runtuhkan jalanku

Kan ku temukan jalan yang lain

                         Keadaan, situasi, lingkungan, orang lain tak dapat menghalangi untuk tetap tegak berdiri dan berjuang. Kegagalan selalu digunakan sang optimisme sebagai pemicu untuk  bangkit, serta dalam kamus mereka  "kegagalan sebagai proses kesuksesan yang tertunda", itulah salah satu ciri lain para optimisme. Mereka punya harapan dan tujuan yang jelas.

                        Si optimis juga seorang yang suka mengagumi dan mengapresiasi terhadap berbagai hal yang di miliki orang lain, lohh sobat. Mereka tak pernah merasa terancam atas kehadiran orang lain di sekitarnya dan justru akan mendorong orang di sekitarnya untuk di jadikan partner.  Si optimis akan memandang hubungan sosial sebagai penguat yang dapat membantunya saat dalam kondisi kesusahan. Selain itu si optimis juga punya sikap perhatian pada orang-orang yang mempunyai kesulitan serta tak segan membantunya untuk memecahkan kesulitan itu.

Image : ifgfsolo.blogspot.com
Image : ifgfsolo.blogspot.com


                         Itulah tadi beberapa ciri-ciri si optimis, lalu  bagaimana dengan si pesimis? Hanya kebalikan saja dari ciri-ciri si optimis, sobat.  Untuk lebih jelasnya, yukk sobat simak sebuah kisah tentang si optimis dan si pesimis.


                         Di suatu perusahaan, yang bergerak dalam bidang produksi  "sandal jepit".  Sang manajer marketing perusahaan menugaskan  anak buah mereka, si Jono dan si Joni untuk mempelajari  tentang  seluk beluk dan keadaan  di daerah Andalimun,  karena mereka berencana untuk memasarkan hasil produksi perusahaan di daerah itu. Mereka di berikan satu minggu untuk mengerjakan tugas kemudian melaporkan hasilnya. Setelah satu minggu berlalu, sang manjer memanggil Jono. Dia pun menjelaskan keadaan disana, bahwa penduduk desa tidak ada yang memakai alas kaki sehingga akan sangat kesulitan untuk memasarkan produksi sandal jepit pada penduduk setempat. Mungkin bisa mengambil alternatif daerah yang lain saja, begitu usul Jono. Sang manajer pun berterimakasih atas hasil yang dilaporkan Jono dan menerima usulan dengan baik. Selang beberapa waktu, manajer pun memanggil  Joni untuk melaporkan pengamatannya. Si Joni begitu antusias menyampaikan, bahwa penduduk di daerah itu tidak ada yang memakai alas kaki sehingga ini kesempatan besar untuk perusahaan memasarkan produk sandal jepit. Dengan memberikan pengetahuan, pemahaman dan edukasi kepada penduduk  setempat ,maka membuat penjualan sandal jepit bisa laku keras di sana.  Sang manajer pun tersenyum dan memberikan apresiasi kepada Joni atas laporan dan idenya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun