Mohon tunggu...
Kristianto Naku
Kristianto Naku Mohon Tunggu... Penulis - Kontributor Media Online

Penulis Daring dan Blogger. Aktif menulis di surat kabar, kontributor media online, jurnal ilmiah, majalah, blog, dan menjadi editor majalah dan jurnal ilmiah.

Selanjutnya

Tutup

Keamanan

Nanggala-402 dan Komitmen Nasional

27 April 2021   18:27 Diperbarui: 27 April 2021   18:32 101 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Nanggala-402 dan Komitmen Nasional
Kapal selam KRI Nanggala-402. Foto: tribunnews.com.

Jasa-jasamu kami kenang. Hai bunga bangsa yang bergerak menaklukan laut. Kami bersimpuh dan memanjatkan kidung duka: "Semoga amal, dedikasi, dan pengabdian kalian diterima Allah Yang Mahakuasa."

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo menyampaikan pernyataan belasungkawa secara resmi di Instana Kepresidenan (Senin, 26/4/2021) atas gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggal-402. Sebagai kepala negara, Presiden Joko Widodo menjadi perpanjangan ulasan hati dan kedalaman rasa pedih atas kepergian jiwa patriot 53 awak kapal selam KRI Nanggala-402. Mereka layak menerima anugerah, penghargaan, lencana, dan monumen.

Dalam keterangan resminya, Presiden Jokowi menyampaikan penghormatan sekaligus membuat komitmen untuk keluarga korban. Jokowi memberikan penghargaan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada semua awak kapal yang gugur. Negara, sambungnya, juga akan memberikan tanda kehormatan Bintang Jalasena kepada seluruh prajurit dan akan menjamin pendidikan putra-putri prajurit TNI-AL yang gugur hingga jenjang S-1.

Dedikasi para prajurit kebangsaan yang bergerak di perairan ini memang telah membantu kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia. Selama ini, mereka bekerja dalam senyap menangkap sinyal berbahaya di lembah bawah laut. Pengorbanan diri dan komitmen yang tulus dalam menjaga kedaulatan NKRI sudah mereka jalankan. Meski dalam catatan ritme latihan, KRI Nanggala-402 laik dimonumenkan secara nasional. Mereka wafat karena keberanian.

Hingga hari ini (Selasa, 27/4/2021), proses pencarian dan upaya evakuasi jasad korban masih dilakukan. Pihak keluarga berharap, jasad para korban bisa segera disemayam dan dimakamkan. Kerinduan ini merupakan permohonan terakhir sekaligus "sentuhan" terakhir istri-anak dan saudara-saudari ke-53 prajurit TNI-AL. Dalam hembusan doa bersama, semua harapan ini diutarakan agar semuanya berjalan dengan baik.

Janji Jokowi adalah harapan ke-53 prajurit TNI-AL yang gugur bersama kapal selam KRI Nanggala-402. Meski tak terbaca dan ditelan kekuatan air dasar laut, gaung harapan akan jiwa patriotisme para prajurit  tetap diantar ke permukaan masa depan. Melalui Menteri Pertahanan (Menham) RI Prabowo Subianto, jejak-jejak ke-53 prajurit lekas dibawa pulang dan disekolahkan. Janji ini merupakan monumen yang memberi petunjuk kepada harapan-harapan tersembunyi dari ke-53 korban dan keluarga besar.

Tanggung jawab negara tentunya tidak berhenti pada peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402. Tindakan ada bersama dari seluruh warga negara RI disatukan dalam komitmen Kepala Negara -- memakamkan jasad korban secara baik, menyelesaikan proses evakuasi secara baik dan teliti, dan membiayai pendidikan anak-anak para korban hingga ke jenjang pendidikan S-1. Hemat saya, tanggung jawab ini merupakan bentuk penghormatan seluruh warga negara Indonesia.

Di dasar laut selama berhari-hari bersama rumah hiu KRI Nanggala-402, membuat kita semua merasakan kenyamanan. Kelima puluh tiga prajurit telah bekerja semaksimal mungkin dalam menjaga dan menertibkan wilayah bawah laut NKRI. Untuk itu, negara menaruh hormat. Negara memberi apresiasi. Negara merasa berhutang budi. Di tangan para prajurit laut yang gugur, kami warga bangsa melebar tuguran.

Selamat jalan para ksatria laut. Dedikasi, kerja keras, komitmen, dan pengorbanan kalian akan kami kenang dan kami harumkan setiap saat.

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN