Mohon tunggu...
Kristia N
Kristia N Mohon Tunggu... Guru - Penyuka kata

Menuang rasa, asa menjadi kata

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Bila Tidak Mengharumkan, Janganlah Mempermalukan

17 Maret 2021   06:36 Diperbarui: 17 Maret 2021   06:38 237
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gambar (c) Maxime Billon di flickr.com

Tantangan, ujian dan cobaanmu tidaklah mudah.
Proses belajarmu mandiri dan terisolasi. Di depanmu ada tugas yang menanti sekaligus ada PUBG yang lebih diminati.

Jika kau mampu mengendali belajar dan kesenangan hati, kau bisa membawa harum negeri.

Pembelajaran, mengisi otak dari tiada jadi berisi. Permainan, mengasah seni hidup agar stres terhindari.

Jangan terbalik. Yang kaya pemilik PUBG, jangan sampai yang memakai PUBG malah sibuk main, otak tak diisi.

Ijazah dikeluarkan dati uji materi pelajaran bukan materi PUBG. Kau mau kerja, ada seleksi teori, wawancara, dan psikologi, bukan ditanya skill dewa PUBG.

Kau mau makan dan kelak memberi makan anak istri dengan bekerja, bukan dengan poin menang kalah PUBG.

Berbangsa yang benar, duhai politikus. Sebelum melengserkan saudara sendiri, coba tanya diri sendiri. Kalau kau yang dibegitukan, apa tetap itu dibenarkan. Lagi pula pimpinan baru apa terjamin akan menjadi pemimpin pemerintahan prospektif?

Apa iya, orang-orang akan memilih calon presiden atau pemimpin daerah yang sejarah politik kelompoknya sendiri sedemikian dramatis?

Andaikan kelompok politiknya kelak adalah pemerintahan. Lantas, apa karena mosi tak percaya, akan ada kudeta juga?

Ketuhanan yang Mahaesa ialah pancasila sila ke satu. Lantas, ketika ada diri dan kelompok beragama hendak merengkuh Esanya, di pagi subuh, mengapa dibuat tidur di dalam bumi? Bukan hanya satu, tapi enam. Demikiankah cara membela diri?

Manusia sering melakukan pembenaran atas hal yang ia lakukan. Namun kerap kurang menimbang posisi pada peran yang diperlakukan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun