Mohon tunggu...
Krisna Herdiana
Krisna Herdiana Mohon Tunggu... Pesawala

Pelajar dari sekolah ternama di Kota Bogor. Dan turut berkecimpung dalam dunia Sawala Bahasa Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Greta Thunberg sebagai Tokoh Baru Perjuangan Pemuda Mengenai Perubahan Iklim

21 Oktober 2019   07:40 Diperbarui: 22 Oktober 2019   08:51 0 0 0 Mohon Tunggu...
Greta Thunberg sebagai Tokoh Baru Perjuangan Pemuda Mengenai Perubahan Iklim
sumber: the guardian

Di era modern ini, kita dikejutkan dengan kehadiran seorang aktivis muda yang berani menyuarakan kesadaran mengenai bahaya perubahan iklim. Keberaniannya, membuat dia populer di dunia. Terutama setelah ia berpidato di hadapan pemimpin dunia dalam konferensi perubahan iklim PBB.

Ia berhasil disorot oleh para media setelah aksi nyatanya untuk melakukan aksi mogok sekolah setiap hari jumat. 

Perempuan muda asal Swedia ini, dengan berani selalu berdiri di depan Lembaga Legislasi Swedia. Ia menuntut pemerintah untuk segera merealisasikan perjanjian Paris untuk menyelamatkan dunia dari bahaya perubahan iklim.

Memang tidak bisa kita pungkiri kalau iklim dunia semakin memburuk belakangan ini. Bayangkan saja, sejak Revolusi Industri (abad-17), kadar keasaman air laut meningkat sekitar 30 persen. 

Hal ini memang disebabkan oleh ulah manusia, seperti meningkatnya polusi, pembakaran hutan illegal, dan pencemaran lingkungan. Ulah manusia inilah yang meningkatkan jumlah karbondioksida sebanyak dua miliar ton per tahunnya.

Selain itu juga, khalayak ramai semakin dikejutkan saat mengetahui usianya yang masih menginjak 16 tahun. Warganet banyak yang membandingkan Greta dengan diri mereka sendiri. Warganet banyak menyebut kalau diri mereka tidak akan sebenerani dia di usia itu.

Tidak berhenti di situ, Sindrom Asperger yang diderita Greta, membuat dia semakin dipuji. Seperti yang diketahui, bahwa Sindrom Asperger adalah salah satu gejala Autisme yang membuat penderitanya sulit untuk berkomunikasi. Dengan kekurangan ini, Greta tetap berusaha untuk menyampaikan aspirasinya. Hal ini membutuhkan tekad yang begitu besar, dan Greta berhasil mewujudkannya.

Perempuan kelahiran 3 Januari 2003 ini, dijuluki sebagai "Penggerak Dunia". Julukan itu ia dapat setelah ia berhasil mendorong pemuda-pemudi dari berbagai belahan dunia untuk melakukan aksi yang sama, yaitu memperjuangkan alam. 

Tepatnya pada Jumat 20 September, para pemuda yang didominasi pelajar di Asia dan Pasifik melakukan demonstrasi besar-besaran. semua itu berlanjut hingga puncaknya terjadi di New York, AS. Diperkirakan ada total 4 juta orang yang melakukan aksi ini.

sumber: ptv.com.pk
sumber: ptv.com.pk
Tapi ternyata, aksi yang dilakukan Greta, tak selamanya mendapat tanggapan positif. Banyak golongan yang mengatakan bahwa hal yang dilakukan Greta hanyalah "gimik" belaka untuk mencari atensi dari masyarakat umum. Banyak warganet yang mengatakan bahwa Greta terlalu melebih-lebihkan dan terlihat aneh.


Bahkan ada pihak yang merilis suatu teori konspirasi mengenai aksi Greta ini. Teori itu menyebutkan bahwa Greta hanyalah boneka dari golongan elite yang memiliki kepentingan soal usaha perbaikan iklim. 

Alasannya adalah agar mereka bisa menggusur pemukiman penduduk dan lahan warga yang dianggap mencemari lingkungan dan menggantinya menjadi sektor bisnis. 

Selain itu juga, hal ini akan mempercepat penerapan kebijakan Carbon Tax, yaitu pajak bagi perusahaan yang menghasilkan karbondioksida. Tentu hal ini akan menambah pendapatan pemerintah.

Akan tetapi, terlepas dari pernyataan pro dan kontra, Greta Thunberg telah membuktikan bahwa para pemuda juga dapat memperjuangkan suara mereka. Ia menunjukkan pada dunia, bahwa aspirasi harus tetap disampaikan. 

Selain itu juga, kita sebagai penduduk bumi, harus selalu menjaga dan merawat planet tempat kita tinggal ini. Greta hanyalah salah satu dari para pejuang kesadaran iklim dunia, dan pejuang baru akan terus bertambah.

Sumber: The Guardian, The New York Times, Wikipedia. Dll

KONTEN MENARIK LAINNYA
x