Mohon tunggu...
Kris Banarto
Kris Banarto Mohon Tunggu... Human Resources - Praktisi Bisnis

Rilis buku: Transformasi HRD dalam Bisnis (Deepublish, 2021). Website: www.ManajemenTerkini.com

Selanjutnya

Tutup

Worklife Artikel Utama

Perlukah Manajer Mengukur Employee Satisfaction?

16 Agustus 2021   07:27 Diperbarui: 24 Agustus 2021   07:44 840 37 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Perlukah Manajer Mengukur Employee Satisfaction?
Ilustrasi employee satisfaction (sumber: pexels)

Sebagai manajer kamu jangan terlena ya dengan kinerja yang telah dicapai, jangan-jangan kinerjanya masih bisa ditingkatkan atau mungkin ada beberapa karyawan telah merencanakan untuk resign?

Alasan untuk berpindah kerja bisa banyak sebab, namun yang umum terjadi adalah mereka tidak puas atas pekerjaannya. Ketika tidak puas itulah muncul niat untuk pindah ke perusahaan lain.

Tentunya semakin banyak karyawan yang tidak puas bekerja akan meningkatkan turn over. Jika demikian maka kinerja organisasi tidak akan maksimal.

Ketidakpuasan karyawan juga berhubungan dengan keterlibatan karyawan (employee engagement). Karyawan yang tidak puas akan terbatas keterlibatannya dalam proses bisnis.

Kamu tidak dapat mengharapkan karyawan berkinerja tinggi kepada mereka yang tidak nyaman dalam bekerja. Umumnya mereka akan bekerja rata-rata dan cenderung tidak produktif.

Meningkatkan kepuasan karyawan menjadi jalan keluar untuk meningkatkan keterlibatan karyawan dan dalam rangka mencapai kinerja puncak.

Bisa saja kinerja organisasi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, itu bisa disebabkan karena bisnis sedang tumbuh dan tidak terkait dengan kepuasan karyawan.

Jika demikian apa yang harus dilakukan?

Sebagai manajer sebaiknya mengetahui tingkat kepuasan karyawan dengan cara melakukan survei kepuasan karyawan. Hasil dari survei dapat digunakan pedoman untuk membuat strategi human resources yang tepat.

Pentingnya Employee Satisfaction

Survei kepuasan karyawan dapat memberi tahu kita bagaimana keadaan tim yang sebenarnya. Informasi yang ada dapat dipergunakan untuk membuat program retensi atau mempertahankan karyawan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan