Mohon tunggu...
Kris Banarto
Kris Banarto Mohon Tunggu... Praktisi Bisnis

CPM I CPM (Asia) I CPHRM

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Ini 6 Langkah dan 3 Sikap, Korban PHK Merintis Usaha

18 November 2020   06:37 Diperbarui: 19 November 2020   05:58 668 72 24 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini 6 Langkah dan 3 Sikap, Korban PHK Merintis Usaha
Ilustrasi Job Loss (Sumber Pexels-Andrea Piacquadio)

Wabah pandemi Covid-19 telah merusak tatanan ekonomi dunia, banyak negara yang mengalami resesi termasuk Indonesia. Tidak sedikit perusahaan yang gulung tikar, tanpa kecuali para karyawan terkena pemotongan gaji bahkan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Hal ini menyebabkan berkurangnya lapangan pekerjaan, sementara jumlah pencari pekerjaan bertambah secara signifikan. Apabila karyawan masih mengharapkan mendapatkan pekerjaan seperti masa normal rasanya berat akan terwujud.

Karyawan korban PHK harus mengubah dari mindset seorang pegawai menjadi seorang entreprenuer, karena apabila tidak demikian maka ekonomi keluarga tidak dapat terselamatkan. Anda tidak bisa berpangku tangan namun harus mengambil tindakan yang nyata.

Di lain pihak dengan adanya tatanan baru PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) transisi telah mengubah kebutuhan dan perilaku masyarakat terhadap barang atau layanan. Krisis boleh terjadi tetapi tidak menutup kemungkinan adanya peluang-peluang baru.

Para motivator mengatakan dibalik krisis ada peluang, dibalik kesulitan pasti ada kesempatan. Dengan adanya krisis yang menekan ekonomi keluarga akan melahirkan ide-ide kreatif.

Keputusan ada ditangan Anda seberapa lama dapat bertahan dengan uang tabungan. Sedangkan kita tidak dapat memprediksi kapan pandemi akan berakhir.

Mengambil keputusan cepat dan tepat menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi, demi menyelamatkan ekonomi keluarga.

Berikut ini ada 6 langkah-langkah yang perlu diambil untuk memulai usaha baru:

dokpri
dokpri

1. Temukan Passion

Langkah pertama kali yang perlu diambil bagi Anda yang kehilangan pekerjaan adalah menemukan passion. Bisa jadi passion telah tertutup lama oleh banyaknya kesibukan yang dialami. Passion diterjemahkan sebagai gairah, sedangkan gairah berarti keinginan (hasrat, keberanian) yang kuat.

Kalau kedua orang tua adalah seorang pedagang maka passion Anda kemungkinan besar adalah yang berhubungan dengan dagang misalnya, melayani orang, berinteraksi dengan orang lain, membuat orang lain senang dan sebagainya.

Suatu jenis usaha yang disertai dengan passion akan memperoleh hasil yang maksimal, karena di dalam melakukannya disertai dengan dorongan dari dalam hati nurani.

2. Kembangkan Hobi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN