Mohon tunggu...
Kris Banarto
Kris Banarto Mohon Tunggu... operarius

menggapai makna, melukis aksara

Selanjutnya

Tutup

Kandidat Pilihan

Gibran Jegal Purnomo, Puan "Ganjal" Ganjar?

30 September 2020   05:43 Diperbarui: 2 Oktober 2020   19:31 7648 45 15 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gibran Jegal Purnomo, Puan "Ganjal" Ganjar?
Ganjar (Merdeka.com)

Adalah Joko Widodo yang membuat jejak baru seorang presiden di negeri Bhineka Tunggal Ika ini, meraih jabatan presiden dari kursi gubernur. Dan gubernur dari sebuah provinsi bergengsi yang sekaligus sebagai ibu kota negara, DKI Jakarta.

Semenjak itu diyakini siapa pun gubernur DKI Jakarta yang dahulu bernama Batavia itu menjadi jabatan yang strategis sebagai batu pijakan ke kursi RI-1.  Maka tidak dapat dihindari pilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2017 silam, menjadi perebutan yang sangat sengit.

Saat itu ada tiga pasangan yang memperebutkan kursi DKI-1, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni. Isu SARA sempat dilemparkan sebagai senjata yang cukup efektif untuk menjatuhkan lawan.

Duet Anis-Sandi memenangkan pertarungan setelah melalui pemilihan sebanyak dua tahap. Dan kini Anies Baswedan berpeluang besar bertarung dalam Pilpres (Pemilihan Presiden) tahun 2024.

Survei Elektabilitas

Indikator Politik Indonesia/NRC/L-1
Indikator Politik Indonesia/NRC/L-1

Hasil survei elektabilitas dari Akurat Poll menempatkan Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra pada posisi wahid dengan 12.7%. Disusul Anies Baswedan 5.2%, Sandiaga Uno di peringkat ketiga dengan 3.9% dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di angka 3%. Survei dilakukan tanggal 15-24 Juli 2020 dengan jumlah responden 1.210 orang. (CNN Indonesia, 5 Agustus 2020).

Sedangkan lima lembaga survei lainnya masing-masing Indo Barometer, Cyrus Network, New Indonesia Research & Consulting, Charta Politica dan Indikator Politik. Secara kompak merilis hasil yang serupa yaitu menempatkan Prabowo, Anies, Ganjar, Sandiaga, Ridwan Kamil & AHY sebagai enam kandidat terkuat Pilpres 2024.

Prabowo-Puan

Mega-Prabowo-Puan (Instagram@puanmaharani)
Mega-Prabowo-Puan (Instagram@puanmaharani)
Mencermati kedekatan antara ketua umum partai moncong putih PDIP Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto pasca Pilpres 2019, menjadi sinyal kuat akan adanya koalisi dua partai besar PDIP dan Gerindra.

Adalah pertemuan di Jl. Teuku Umar Jakarta antara tuan rumah Megawati dengan Prabowo pada tahun 2019 lalu, telah mencairkan kebuntuan sejak pertarungan sengit pada gelaran Pilpres 2019. Seperti diketahui jagoan Megawati yaitu Joko Widodo-Ma'ruf Amin menaklukkan pasangan Prabowo-Sandi.

Berkat campur tangan Megawati akhirnya Prabowo masuk jajaran kabinet sebagai Menteri Pertahanan dan belakangan diberikan tambahan tugas sebagai bos lumbung pangan nasional.

Bisa jadi strategi cantik Megawati untuk mendekatkan Prabowo dengan PDIP dan sekaligus meredam pendukung Prabowo yang beraliran keras. Sebagai menteri tentu Prabowo akan banyak di liput media, dengan harapan elektabilitas tetap terjaga sampai empat tahun ke depan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN