Mohon tunggu...
Kris Banarto
Kris Banarto Mohon Tunggu... operarius

menggapai makna, melukis aksara

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Irama Kuas Kehidupan

5 Juli 2020   07:04 Diperbarui: 5 Juli 2020   08:19 125 46 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Irama Kuas Kehidupan
Image by Aal Meidah from Pixabay.com

Irama Kuas Kehidupan
***
Lukisan mahal akan menghiasi tempat terhormat
Ia hadir untuk di nikmati para pemerhati
Bermula dari sentuhan dan polesan yang diberi nyawa
Ia patuh demi kebaikan diri dan sang kreator seni
Ia sadar tanpa sentuhan-nya menjadi tak bernilai
Hanya kumpulan minyak, cat dan kanvas yang tak berguna
Orang tak hendak jatuh hati bahkan menyentuh pun tidak
***
Lukisan buruk ada karena pemberontakan
Ia menolak manakala di persiapkan menjadi barang seni
Ia tidak menghargai jerih lelah sang juru lukis
Tidak percaya menjadi suatu pembenaran
Ia ingin bernilai tetapi tidak mau menderita
Di dalam gudang menjadi persinggahan-nya
Bersama dengan benda lain yang tak berfaedah

***
Bukankah kita rindu menjadi lukisan yang langka
Yang di lelang dengan harga selangit
Terwujud karena kesediaan menyerahkan segenap hidup pada Sang Kreator
Untuk dibentuk sesuka-Nya demi kebaikan
Percaya dan sabar menjadi hal yang utama
Mengikuti setiap irama tarikan kuas kehidupan
Di tempel, ditekan, di ayun, menjadi indah pada waktunya
***
Samping Ibu Kota, 04/07/2020
KB

VIDEO PILIHAN