Mohon tunggu...
Krisanti_Kazan
Krisanti_Kazan Mohon Tunggu... Guru - Learning facilitator in SMA Sugar Group

Since 2000

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Komunitas Berbagi Praktik Baik: Menguatkan Lingkaran Pengaruh Untuk Melipatgandakan Dampak Merdeka Belajar

23 Maret 2023   15:14 Diperbarui: 23 Maret 2023   15:19 164
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokumentasi Wawancara Proyek Laju Reaksi (Dokpri)

Guru A: "Aduh, saya tidak percaya diri berbicara di depan forum"

Guru B: "Pembelajaran kelas saya tidak ada yang layak untuk diceritakan sepertinya"

Guru C: "Duh, saya gak punya ide untuk membuat pembelajaran yang seru"

Guru D: "Waahhh, saya senang sekali kemarin berhasil membuat murid antusias belajar di kelas"

Murid A: "Kecakapan yang saya dapatkan dari proyek Kimia ini adalah Literasi dalam mencari sumber belajar, kreatifitas, kolaborasi/kerja sama, komunikasi, berpikir kritis, inisiatif, pantang menyerah,
kepemimpinan"

Murid B: "Pengalaman yang paling berkesan adalah, selama dalam menjawab pertanyaan di situ di tantang untuk bisa memecahkan semua masalah bersama tim, dan bekerjasama dlm tim"

Halo, rekan guru kompasianers. Pernyataan pesimis, optimis, dan antusiasme di atas mungkin sering kita jumpai di keseharian obrolan kita. Bahkan mungkin pernyataan pesimis akan lebih sering kita temui. Apakah itu salah? Tidak juga, karena itu merupakan proses yang mengiringi kita untuk bertumbuh bersama menjadi pembelajar merdeka. Ketika kita menjumpai ada sebuah optimisme dari rekan guru atau murid, secara tidak langsung hal tersebut bisa menjadi pemicu kita untuk melakukan suatu perubahan yang terinspirasi dari praktik baik yang sudah dilakukan rekan guru lain. Salah satu peran guru adalah melaksanakan inovasi pembelajaran untuk menjawab kebutuhan murid dan menciptakan iklim pembelajaran yang memerdekakan. Ini sejalan dengan semangat Ki Hajar Dewantara yaitu memerdekakan manusia khususnya dalam hal pendidikan. Merdeka Belajar yang digaungkan pemerintah saat ini bukan hanya ditargetkan untuk murid, tetapi guru sebagai tonggak utama mewujudkan pembelajar merdeka tersebut. Murid yang merdeka belajar dihasilkan dari guru yang merdeka belajar juga.

Sedikit bercerita pengalaman saya berproses untuk menjadi pembelajar hingga saat ini dan berharap seterusnya. Saya pernah ada di fase Guru A, B, C yang pesimis, hingga saat ini mengalami fase sebagai Guru D yang sudah mulai berani berbagi praktik baik di depan forum secara daring dan luring. Perubahan fase tersebut saya alami dalam 3 tahap (dijabarkan lebih lengkap di paragraf selanjutnya):

1. Melakukan inovasi pembelajaran Merdeka Belajar yang menerapkan students agency

2. Mengikat ilmu dengan membuat tulisan praktik baik hasil inovasi pembelajaran

3. Berbagi praktik baik melalui sesi di forum formal dan informal

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun