Mohon tunggu...
Koteka Kompasiana
Koteka Kompasiana Mohon Tunggu... Komunitas Traveler Kompasiana

KOTeKA (Komunitas Traveler Kompasiana) Selalu dibawa kemana saja dan tiada gantinya. | Koteka adalah komunitas yang didesain untuk membebaskan jiwa-jiwa merdeka. | Anda bebas menuliskan apapun yang berkaitan dengan serba-serbi traveling. | Terbentuk: 20 April 2015, Founder: Pepih Nugraha, Co-founder: Wardah Fajri, Nanang Diyanto, Dhave Danang, Olive Bendon, Gana Stegmann, Arif Rachman, Isjet, Ella | Segeralah join FB @KOTeka (Komunitas Traveler Kompasiana) Twitter@kotekasiana, Instagram @kotekasiana dan like fanspage-nya. Senang jika menulis di Kompasiana, memberi tag Koteka dan Kotekasiana di tiap tulisan anda! E-mail: Kotekakompasiana@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Event Komunitas Online Artikel Utama

[Talkshow Koteka] Menyusuri Jejak Perjalanan Raden Saleh dari Jawa ke Jerman

7 Oktober 2020   07:00 Diperbarui: 8 Oktober 2020   12:00 89 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
[Talkshow Koteka] Menyusuri Jejak Perjalanan Raden Saleh dari Jawa ke Jerman
Zoom terakhir Koteka (dok-Koteka)

Tahukah Kompasianer bahwa Raden Saleh kelahiran Semarang, Mei 1811 adalah petualang ulung?

Buktinya, ia pernah bepergian sendiri dari Jawa ke Eropa demi mengejar mimpinya untuk menjadi pelukis profesional. Waktu itu belum ada pesawat terbang melainkan kapal layar VOC, lho. Kalian yang suka travel berani menerima tantangan? 

Gayung bersambut, pada akhirnya Raden Saleh menetap di Dresden dan Coburg, kota-kota indah Jerman yang menjadi kampung halaman kedua setelah Semarang. Dari waktu ke waktu, kemahiran melukisnya semakin terasah dengan sempurna. "Di mana ada kemauan, di situ ada jalan."

Sampai pada suatu ketika, sebagai rasa terima kasih yang tak terhingga, ia mempersembahkan lukisan terindahnya pada Kaisar Wilhelm I dari Jerman. Prestasinya sebagai pelukis internasional juga berhasil menyematkan penghargaan Ordo Mahkota Oak dari Kaisar Wilhelm II di dadanya pada tahun 1844. 

Apresiasi dari kalangan bangsawan dan masyarakat Eropa diterimanya, setelah dari awal kurang menyenangkan karena sering mengalami rasisme dan direndahkan.

Tak heran jika dari pengalaman hidup laki-laki yang memiliki pendidikan keluarga yang baik dan perjalanan internasional yang berwarna, motto khas Raden Saleh adalah "Muliakan Tuhan dan cintai manusia." 

Sehebat apapun manusia, tidak boleh lupa dengan Tuhannya. Dan menuju kesempurnaan di depan Tuhan, harus melakukan banyak hal baik bersama manusia lain dan untuk manusia lain karena manusia adalah makhluk sosial.

Baiklah. Hidup bergelimang prestasi, apresiasi dan harta. Cukupkah? Bahagiakah?

Kata orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri daripada hujan emas di negeri orang. Itulah sebabnya, Raden Saleh memilih kembali ke tanah tumpah darah yang tidak akan pernah terlupakan dan terkenang selama berada jauh di negeri rantau. Indonesia dipandang semakin indah dari jauh. Selalu dirindukan. Kalian setuju?

Nah, lebih jauh mengupas tentang pengalaman Raden Saleh menjelajah dunia khususnya Jerman dan Dresden, salah satu kota kenangan Raden Saleh, Komunitas Traveler Kompasiana mengajak kalian untuk menyimak zoom pada:

  • Hari/Tanggal: Sabtu, 10 Oktober 2020
  • Waktu: 14.30-15-30 WIB (9.30-10.30 CEST)
  • Tempat: Zoom Meeting
  • Pendaftaran: Di sini
  • Giveaway: 3 Buku ("Kehidupan dan Petualangan Raden Saleh", "Lost in Hanoi" dan "Management Dejavato")
  • Speaker:

Tunggu apa lagi? Catat agenda ini dalam kalender kalian supaya tidak lupa bahkan jangan sampai kelewatan. Zoom ini adalah zoom terakhir dari rangkaian 14 Zooms mingguan yang kami buat dalam mendukung program Kompasiana "Lawan Corona Pakai Content."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN