Tuyono
Tuyono Karyawan swasta

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Cah Deso (Bagian 1)

14 Maret 2018   03:24 Diperbarui: 14 Maret 2018   03:34 375 0 0

Dataran petak-petak sawah yang menghijau terpagari bukit-bukit pinus yang asri. Menjulang tinggi dibalik sudut bukit, dua gunung besar laksana kakak beradik Sumbing dan Sundoro.

Kerbau-kerbau hitam berlumpur menikmati renyahnya rumput dan alang-alang. Sementara anak penggembala tertidur pulas diatasnya, bermimpi akan gemerlapnya kota...

Parjo nama akrab panggilanya.. Biasa sehabis pulang sekolah langsung bergumul dengan dua ekor kerbau milik orang tuanya. Dengan Caping dikepala dan cambuk dibalik punggungnya Parjo menggembalakan kerbaunya.

Sementara disudut sawah lainnya nampak seorang anak menggembalakan beberapa kambing  berambut pirang. Berjalan perlahan mendekati penggembala kerbau.

"Hai.. Jo..! Kata Slamet, sambil menggeret kambingnya. "Kok malah tidur Jo',katanya lagi.

Ia nich Met! aku ngantuk banget, semalem gak bisa tidur',kata parjo.

"Emang kenapa jo? Kt slamet.

"Gak tahu met pikiranku slalu melayang-layang,kalau lihat orang yang pulang kampung! Aku jadi pingin,"pakaiane apik-apik,awake resik-resik opo neh sik gowo mobil opo motor,kelihatan mentereng ya Met!'.

Ya ialah Jo..namanya juga wong kota gak pernah kena lumpur sama jerami yo pastinya  resik-resik.

Ia bener kamu Met. Pinter kamu ya! Kata Parjo memuji.

Tapi Met aku besok mau  kejakarta kalau aku dah tamat sekolah Met.

Ndak tahu ntar aku jadi apa disana. "Yang penting aku bisa kesana Met'.