Kompasiana News
Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bijak Menggunakan Media Sosial Ketika Berkumpul Bersama Keluarga

17 Juli 2017   15:09 Diperbarui: 17 Juli 2017   15:12 369 3 0
Bijak Menggunakan Media Sosial Ketika Berkumpul Bersama Keluarga
Ilustrasi: Pixabay

Saat ini media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Terlebih lagi ketika jaringan internet semakin mudah diakses di mana saja, penggunaan media sosial menjadi semakin rutin dan tak mengenal keterbatasan tempat. Tanpa sadar, kebiasaan menggunakan media sosial akhirnya menjadi candu dan mempengaruhi hubungan dengan lingkungan sekitar, termasuk dengan sesama anggota keluarga.

Sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, anak-anak tampak sibuk mengakses media sosial saat berkumpul bersama dengan keluarga. Mereka menghabiskan banyak waktu untuk melakukan chattingdengan teman onlineatau mengunggah gambar dan status yang menyenangkan, namun mereka sangat jarang untuk memperhatikan atau mengobrol dengan keluarga lainnya. Menurut hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen remaja mengecek berbagai media sosial mereka berkali-kali dalam sehari.

Kerenggangan hubungan antar anggota keluarga juga akan semakin parah bila masing-masing anggota keluarga selalu sibuk dengan media sosial miliknya. Dikutip dari www.recovery.org, anggota keluarga yang kecanduan media sosial dan layanan Internet lainnya, mungkin akan menarik diri dari kegiatan keluarga dan percakapan. Hal ini bisa membuat frustrasi anggota keluarga, karena mereka mungkin tidak mengerti bahwa kebiasaan seseorang yang mereka cintai sebenarnya adalah kecanduan. Dari pernyataan tersebut terlihat bahwa kecanduan mengakses media sosial akan semakin berbahaya ketika seluruh anggota keluarga mengalaminya, sebab mereka sama-sama tidak menyadarinya.

Selain itu kecanduan media sosial juga dapat membuat depresi. Menurut sebuah studi baru-baru ini oleh UK disability charity Scope, dari 1500 pengguna Facebook dan Twitter yang disurvei, 62 persen melaporkan merasa canggung dan 60 persen melaporkan perasaan cemburu untuk membandingkan diri mereka dengan pengguna lain. Selain itu ditemukan pula hasil penelitian terhadap Instagram, dari survei terhadap 1.500 remaja dan orang dewasa, hasilnya instagram merupakan media sosial yang paling buruk bagi kesehatan mental dan jiwa. Bahkan Instagram juga dapat menimbulkan FOMO (fobia ketinggalan berita di jejaring sosial).

Agar hubungan antar anggota keluarga terjalin harmonis dan sehat secara mental, maka tiap anggota keluarga harus bijak dalam menggunakan media sosial. Ani Nurhayati, Dekan Psikologi Universitas Muhammadiyah Lampung, menjelaskan bahwa anggota keluarga perlu menahan diri untuk tidak membuka gawai, sebab kecanduan muncul dari kebiasaan yang tidak bisa kita kontrol.

"Akan menjadi lebih bijak kalau kita mampu mengontrol diri untuk tidak membuka gadget. Kalau misalnya dengan keluarga, kita merasa gadgetmenjadi hal yang mengganggu, kita seharusnya secara rasional tidak menggunakan gadgetsaat bersama keluarga," terangnya seusai menghadiri acara Kompasiana Nangkring: Melalui Peran Media Sosial, Kita Bangun Keluarga Berketahanan di Bandar Lampung, 13 Juli 2017.

Kendati demikian, tidak selamanya menggunakan gadget saat bersama keluarga itu berdampak buruk. Setiap anggota keluarga harus pandai memanfaatkan gadgetagar tidak mengganggu keharmonisan dan kehangatan dalam interaksi keluarga. 

"Sebenarnya gadgetjuga bisa mendekatkan antar keluarga, jika gadget dimanfaatkan untuk aktivitas bersama. Misalnya gini ketika kita dengan anak misalnya untuk berkomunikasi dengan gadgetitu ga bagus. tetapi ketika memanfaatkan gadget bersama dengan keluarga itu menjadi hal yang lebih baik dibandingkan memanfaatkan gadget secara individual," ungkap Ani. 

Bijak menggunakan media sosial, bukan berarti pengguna tidak boleh lagi menggunakan media sosial sama sekali, namun mengerti kapan dan di mana harus menggunakannya. Ketika bersama keluarga, lebih baik jauhkan gadgetdan berinteraksi langsung dengan keluarga. Meningkatkan waktu bersama dengan keluarga tanpa teknologi sangatlah penting. Menyisihkan waktu keluarga, seperti makan bersama, perbanyak aktivitas fisik ketika libur, saling mencurahkan pengalaman sehari-hari, dan lain-lain. Meningkatkan hubungan interpersonal antar anggota keluarga dapat membuat keluarga semakin harmonis.

(LBT/yud)