Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Merasa Jenuh Kerja, Haruskah Buru-buru Resign?

22 Januari 2022   04:00 Diperbarui: 22 Januari 2022   06:37 643 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi jenuh kerja (Gambar diolah kompasiana dari sumber: Shutterstock via lifestyle.kompas.com)


Dalam menjalani pekerjaan, rasa jenuh merupakan hal yang wajar. Biasanya rasa jenuh datang dikarenakan tugas yang monoton hingga status jenjang karir yang tidak pasti.

Tak jarang, ketika jenuh dengan pekerjaan, resign pun menjadi sebuah pilihan. Namun, apakah resign dapat menjadi pilihan yang tepat jika sudah mulai jenuh dengan pekerjaan?

Selain membahas mengenai resign, berikut Kompasiana telah merangkum artikel menarik dan terpopuler lainnya:

1. Sebenarnya Anda Hanya Jenuh Bekerja

Ilustrasi Jenuh Bekerja (Sumber: Pixabay/mohamed_hassan) 
Ilustrasi Jenuh Bekerja (Sumber: Pixabay/mohamed_hassan) 

Seringkali rutinitas pekerjaan yang monoton kerap membuat jenuh. Masalah tidak adanya jenjang akrir yang jelas, menjadi salah satu alasan. Resign pun akhirnya menjadi pilihan. Namun perlu diingat, sebelum memutuskan resign, renungkan dulu keinginan tersebut. (Baca selengkapnya)

2. Pengalaman Mendapatkan Vaksin dan Booster

Akun saya di pedulilindungi (Sumber: Dokumentasi pribadi) 
Akun saya di pedulilindungi (Sumber: Dokumentasi pribadi) 

Pendistribusian vaksin booster Covid-19 atau vaksin dosis ketiga kepada masyarakat sudah mulai diberikan pertengahan Januari 2022. Adapun penerima vaksin booster harus berusia 18 tahun ke atas yang sudah mendapatkan vaksin dosis kedua minimal 6 bulan.

Kompasianer Djulianto Susantio membagikan pengalamannnya mendapatkan vaksin booster di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading. (Baca selengkapnya)

3. Inemuri, Seni Tidur Siang di Tempat Kerja ala Jepang dan Filosofi "Rugby Management"

Ilustrasi pegawai menerapkan inemuri, seni tidur siang di kantor (Sumber: Reuters/Jason lee)
Ilustrasi pegawai menerapkan inemuri, seni tidur siang di kantor (Sumber: Reuters/Jason lee)

Apakah kamu pernah mendengar budaya tidur siang di Jepang yang disebut inemuri?

Meski budaya ini dipandang tidak lazim di Indonesia, namn justru di Jepang, aktivitas tidur siang ini justu hal yang biasa dan diterima secara sosial. Bahkan, tidur siang ini sering dipandang sebagai tanda ketekunan dalam bekerja. (Baca selengkapnya)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan