Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Gugup untuk Merintis Usaha Sendiri atau Membeli Waralaba?

22 September 2021   04:20 Diperbarui: 22 September 2021   04:23 422 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Gugup untuk Merintis Usaha Sendiri atau Membeli Waralaba?
ilustrasi gerai waralaba. (Diolah kompasiana dari sumber: unsplash.com/@tmwd/Artem Gavrysh)

Hal tersulit dari berbisnis adalah memulainya. Kita bisa punya ide hingga modal yang cukup, tapi rasa takut untuk memulai itu membuat semua terhambat.

Barangkali dengan membuka atau membeli bisnis waralaba bisa jadi langkah yang tepat bagi calon wirausahawan yang tidak ingin membuat bisnis baru dari awal.

Akan tetapi yang perlu diperhatikan dari bisnis waralaba ini bisa memulainya dengan mengenali produk yang akan dipasarkan.

Karena dengan pengenalan produk ini dapat membantu hingga mengetahui berapa biaya modal yang dibutuhkan.

Selain pembahasan terkait bisnis waralaba, masih ada konten terpopuler dan menarik lainnya di Kompasiana: dari pemecatan PNS hingga gugup kala berbincang dengan calon mertua.

1. Terdampak Pandemi, Merintis Usaha Sendiri atau Membeli Waralaba?

ilustrasi waralaba yang berjejer. (sumber: pixabay.com/rahulpandit)
ilustrasi waralaba yang berjejer. (sumber: pixabay.com/rahulpandit)

Harus diingat, bahwa model bisnis apapun yang kita pilih tujuannya adalah untuk menghasilkan uang bukan yang lainnya.

Dalam mempertimbangkan model bisnis yang akan kita pilih, apakah waralaba atau tradisional (non-waralaba) harus dimulai dengan bertanya pada diri sendiri. (Baca selengkapnya)

2. Menyiapkan Sukses Anak Sejak Dini

Mempersiapkan kesuksesan anak | Sumber: istockphoto
Mempersiapkan kesuksesan anak | Sumber: istockphoto

Corak interaksi orang tua dengan anak sangat menentukan sejauh mana efektivitas penanaman nilai-nilai dan pendidikan anak yang diterapkan di dalam ruang lingkup keluarga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bisnis Selengkapnya
Lihat Bisnis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan