Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Viral Artikel Utama

Terpopuler: Dewa Kipas Menyerah, Hati-hati Pertanda Tinnitus

23 Maret 2021   04:46 Diperbarui: 23 Maret 2021   08:07 680 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Terpopuler: Dewa Kipas Menyerah, Hati-hati Pertanda Tinnitus
Diolah Kompasiana dari tangkapan layar akun Youtube Deddy Corbuzier

Dewa Kipas menyerah 0-3 dari WGM Irene Sukandar dalam pertandingan persahabatan, Senin (22/03/2021).

Semula pertandingan direncanakan dimainkan sebanyak empat babak dengan format catur cepat.

Namun saat keunggulan tiga kemenangan untuk Irene, Dewa Kipas menyerah dan menyudahi pertandingan tersebut.

Seusai pertandingan, yang disiarkan langsung akun Youtube Deddy Corbuzier, Dewa Kipas mengatakan ia menerima kekalahan tersebut dan mengkaui keunggulan Irene.

Kekalahan Dewa Kipas dari GM Irene Sukandar menjadi salah satu kabar populer di Kompasiana.

Selain masih ada juga mengenai hati-hati dengan pertanda tinnitus hingga hal-hal yang bisa dilakukan saat berkunjung ke Muenchen, Jerman.

Berikut konten populer di Kompasiana:

Duel Berakhir, GM Irene Kandaskan Perlawanan Dadang Subur

Sejatinya pertandingan tersebut bertujuan untuk menyudahi konflik terkait Dewa Kipas. Pada akhirnya konflik selesai di papan catur. Pak dadang mengakui kualitas GM Irene dan berakhir dengan damai. Jangan ada hujatan kepada pihak manapun, pertandingan tadi jelas harus jadikan pelajaran bagi kita semua. Sisi positifnya dunia catur naik daun semenjak kemunculan Dewa Kipas.

Fenomena Dewa Kipas memang ajaib, olahraga otak tersebut kini naik daun. Catur jelas kalah populer dibandingkan dengan Sepakbola dan Bulutangkis.

Catur merupakan olahraga strategi, ketika bermain catur, kita seakan-akan sedang memimpin satu kerajaan besar yang hendak merebut kerajaan lain.

"Penulis sendiri berkenalan dengan catur ketika masih kecil, kala itu teras rumah penulis dipenuhi orang-orang yang bermain catur. Lapak catur tersebut hingga kini masih ada. Penulis yang ketika itu hanya bisa mempelajari catur dari pengamatan sendiri. Penulis menghafal setiap langkah dari bidak catur," tulis Kompasianer Dani Ramdani. (Baca selengkapnya)

GM Irene Menang Atas Dewa Kipas, Netizen Indonesia Siap Minta Maaf?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN