Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Love Artikel Utama

Kado Valentine yang Ditunggu Perempuan: Dinikahi(?)

14 Februari 2021   16:22 Diperbarui: 16 Februari 2021   18:30 656 4 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kado Valentine yang Ditunggu Perempuan: Dinikahi(?)
ilustrasi perempuan yang menunggu kado valentine. (sumber: pixabay.com/JillWellington)

Hari Valentine tiba! Hari yang disebut-sebut sebagai hari kasih sayang yang kerap diperingati setiap 14 Februari itu diperingati banyak kalangan dengan suka cita.

Bagi orang-orang yang merayakan hari valentine, apalagi yang belum menikah, momen ini bisa jadi peneguh atas kejelasan sebuah hubungan. Untuk melanjutkan pada tahap pernikahan, misalnya.

Dari penelitian yang pernah dilakukan oleh pendiri OurJewishCommunity.org menerangkan bahwa justru banyak perempuan merasa frustasi dan marah daripada menikmati suasana yang romantis-romantis ketika hari valentine.

Perempuan menikah akan lebih menikmati Valentine dan merasa dicintai. Oleh karena itu, mempertegas kejelasan status hubungan untuk menikah bisa jadi cara sebagai "kado valentine" untuk pasangan.

Namun, keputusan untuk menikah tidaklah semudah membelikan telapak tangan. Ada banyak yang perlu dipersiapkan. Menikah bermodalkan cinta, barangkali, seperti sekadar mengumpulkan semangat sebelum bertanding sepak bola.

Oleh karena itu, berikut 5 konten terpopuler dan menarik di Kompasiana pada sub-kategori "Love" yang membahas tentang persiapan menikah.

1. Mengapa Konseling Pranikah Itu Perlu Dilakukan Pasangan?

Pernikahan itu, tulis Kompasianer Ayu Diahastuti, tidak seindah photo pre-wedding.

"Banyak dari kita mengalami pemahaman yang blunder; banyak yang mengira bahwa menikah adalah tujuan dari sebuah romansa hubungan pria dan wanita," lanjutnya.

Pertanyaan selanjutnya mungkin bisa lebih menegasikan, apakah kebahagiaan dalam suatu hubungan itu hanya bisa didapat dari sebuah lembaga pernikahan daripada didapat ketika masih sendiri?

Baca juga: Yok Bisa Yok, Walau Sekadar LDR-an, Yok!

Malah, justru perceraian yang terjadi karena pasangan tersebut ternyata belum siap, bahwa ada yang baru diketahui setelah menikah. Belum siap mental.

"Kesiapan mental adalah salah satu dari sekian banyak alasan yang dijadikan dasar seseorang bercerai," tulis Kompasianer Ayu Diahastuti. (Baca selengkapnya)

2. Menikah Itu Bukan Hanya tentang Pilihan, tapi Juga Kesiapan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x