Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

4 Cara Cegah Diabetas Tipe 2, Koran Bekas Makin Mahal?

16 November 2020   05:37 Diperbarui: 16 November 2020   05:43 401 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
4 Cara Cegah Diabetas Tipe 2, Koran Bekas Makin Mahal?
Hari Diabetes Sedunia (World photo created by jcomp - www.freepik.com)

Pada 14 November, Setiap tahunnya adalah peringatan Hari Diabetes Sedunia. Penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Diabetes terdiri dari diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Kabar gembiranya, diabetes tipe 2 dapat dicegah. Bagaimana caranya?

Kompasianer Siska Dewi berbagi kisah pribadinya di Kompasiana tentang bagaimana mencegah diabetes tipe 2.

Selain itu terdapat juga konten menarik lain yang populer di Kompasiana. Diantaranya adalah mengenai harga koran bekas yang semakin mahal, ditulis oleh Kompasianer Irwan Rinaldi Sikumbang. Berikut daftarnya:

Kisah Nyata: 4 Kiat Cegah Diabetes Tipe 2

Pintu lift (Dokumentasi Siska Dewi)
Pintu lift (Dokumentasi Siska Dewi)
Inilah cara yang saya lakukan untuk mengobati prediabetes dan mencegahnya berkembang menjadi DM tipe 2. 

Pertama: Memanfaatkan Tangga di Kantor.

Menyadari bahwa saya kurang melakukan aktivitas fisik, saya berusaha menggantinya dengan naik turun tangga di kantor. Ruang kerja saya berada di lantai 4. Dengan naik tangga dari lantai 1 ke lantai 4 saat tiba di kantor pada pagi hari dan turun tangga pada sore hari, saya dapat membakar beberapa kalori. (Baca Selengkapnya)

Kenapa Harga Koran Bekas Semakin Mahal?

Seorang pemulung dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi menjadi gerobak melintas di Jalan Boulevard BSD Timur, Tangerang Selatan pada Jumat (22/6/2018)| Sumber: Warta Kota/Alex Suban via Tribunnews.com
Seorang pemulung dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi menjadi gerobak melintas di Jalan Boulevard BSD Timur, Tangerang Selatan pada Jumat (22/6/2018)| Sumber: Warta Kota/Alex Suban via Tribunnews.com
Saya kaget ketika koran bekas sekarang dihargai Rp 3.000 per kg. Tahun lalu seingat saya masih Rp 1.900 - Rp 2.000 per kg atau kalau dilepas ke pembeli yang berkeliling dengan gerobak, hanya Rp 1.000 per kg.  Lumayan juga uang yang saya terima, bisa buat ngopi-ngopi cantik di kafe kelas menengah. (Baca Selengkapnya)

Sudah Ada Teknologi tapi PJJ Masih "Begitu-begitu Saja"? Lakukanlah 3 Hal Ini

Ilustrasi PJJ. Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay
Ilustrasi PJJ. Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay
Masih terdengar kata "lelah" dan "berat" dari bibir siswa yang selama ini menerima banyak tugas PJJ. Masih terdengar kata "bosan" dan "jenuh" yang terucap oleh siswa karena sebagian gurunya hanya memindahkan materi ajar dari media cetak ke media digital. Pun dengan suara-suara gamang lainnya.

Dari sana, sepertinya perlu ada yang kita benahi, terutama dari sisi pendekatan gurunya. Setidaknya, ada 3 hal yang bisa dilakukan guru untuk membuat PJJ jauh lebih menyenangkan. (Baca Selengkapnya)

Deretan Angka yang Menyiratkan "Pesan Kosmis" Garis Takdir Negara Indonesia

(sumber gambar: ampleview.in)
(sumber gambar: ampleview.in)
Deretan angka bilangan sempurna "8.128 - 496 - 28 - 6" seperti sebuah "hitungan mundur" sekaligus merepresentasi rekaman momen-momen penting dan paling menentukan dalam garis takdir Negara Indonesia.

Pertanyaan pentingnya kemudian adalah: peristiwa apakah yang bakal terjadi di tgl 7 desember 2020 nanti, sebagai titik akhir dari hitungan-hitungan yang ditunjukkan 4 bilangan sempurna di atas? (Baca Selengkapnya)

Tarkam Bertabur Bintang, Pelipur Lara Kala Mandeknya Liga

Poster kejuaraan tarkam di Purwakarta. Foto: Instagram @liga_tarkambanten
Poster kejuaraan tarkam di Purwakarta. Foto: Instagram @liga_tarkambanten
Tarkam, singkatan dari tarikan kampung atau antarkampung, adalah turnamen olahraga lokal yang diadakan di kampung-kampung untuk kesenangan atau untuk memperingati suatu event.

Tidak ada aturan baku dalam turnamen tarkam. Lapangan yang digunakan juga alakadar tidak mengikuti aturan PSSI, apalagi FIFA. Saat ini tarkam sering juga disebut sebagai "fun football" agar terdengar lebih keren seperti Liga Champions. (Baca Selengkapnya)

Menulis Biografi: Mainkan Interpretasimu!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x