Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Belanja dan Pilkada Diyakini Jadi "Exit Strategy" Resesi Ekonomi

12 November 2020   04:40 Diperbarui: 12 November 2020   11:58 334 7 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Belanja dan Pilkada Diyakini Jadi "Exit Strategy" Resesi Ekonomi
Ilustrasi diolah dari gambar Shutterstock

Bagaimana sikap Kompasianer saat promo 11.11 bergulir kemarin? Memanfaatkannya untuk memburu produk diskonan atau justru menutup mata demi mengerem pengeluaran akibat resesi?

Hari Belanja Online Nasional atau Harbolnas memang sudah digiatkan sejak 2012. Namun baru di tahun inilah momentumnya terjadi  dalam masa resesi ekonomi.

Kompasianer Mochamad Syafei menilai dengan berbelanja kita bisa menjadi pahlawan bagi perekonomian negara. Namun tentu harus dilakukan secara bijak jangan sampai malah berdampak buruk bagi perekonomian diri kita sendiri.

Sementara itu Kompasianer Yupiter Gulo menjelaskan bahwa Pilkada Serentak di akhir tahun ini juga bisa menjadi penyelamat untuk mengeluarkan Indonesia dari resesi.

Berikut artikel-artikel menarik dan terpopuler di Kompasiana:

Berbelanjalah, Maka Anda Pahlawan

Ilustrasi (Sumber: Freepik/snowing)
Ilustrasi (Sumber: Freepik/snowing)
Ketika ekspor lesu, maka konsumsi dalam negeri yang bisa menolong perekonomian nasional dari keterjatuhan yang semakin dalam di jurang resesi.  

Jika sedang dalam kondisi finansial yang baik, berbelanjalah maka Anda adalah pahlawan. (Baca selengkapnya)

Pilkada Serentak dan "Exit Strategy" Resesi Ekonomi 2020

ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Sumber: KOMPAS/DIDIE SW)
ilustrasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Sumber: KOMPAS/DIDIE SW)
Pilkada Serentak 2020 yang keukeuh diselenggarakan 9 Desember mendatang menuai kontroversi masyarakat karena dianggap mengabaikan kesehatan di tengah situasi Covid-19 yang masih mengancam.

Namun melihat besarnya dana yang dianggarkan untuk Pilkada, pasti memiliki multiplier effect yang signifikan pada perputaran roda ekonomi nasional. Ini bisa dijadikan harapan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak ambruk menjelang 2021. (Baca selengkapnya)

Merapi Siaga, Apa 10 Barang Paling Diperlukan Pengungsi?

Pengungsi erupsi Gunung Merapi di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupten Magelang disusun bilik atau sekat untuk mencegah penyebaran Covid-19, Jumat (6/22/2020).(Sumber: Kompas.com/Ika Fitriana)
Pengungsi erupsi Gunung Merapi di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupten Magelang disusun bilik atau sekat untuk mencegah penyebaran Covid-19, Jumat (6/22/2020).(Sumber: Kompas.com/Ika Fitriana)
Terhitung sejak 5 November lalu status Gunung Merapi naik ke level III alias Siaga. Aktivitas vulkaniknya akhir-akhir ini berpotensi membahayakan warga sekitar. Ratusan warga kini sudah diarahkan ke lokasi-lokasi pengungsian.

Sebagai persiapan darurat, setidaknya ada 10 barang yang paling diperlukan para pengungsi. Apa saja? (Baca selengkapnya)

Makna Simbolik Bungkamnya Pemimpin Dunia atas Kemenangan Joe Biden

Joe Biden dan Kamala Harris. (Sumber: Kompas.com)
Joe Biden dan Kamala Harris. (Sumber: Kompas.com)
Tak semua pemimpin dunia mengucapkan selamat kepada Joe Biden dan Kamala Harris setelah keduanya dinyatakan sebagai pemenang Pilpres AS. Sebut saja Xi Jinping (Tiongkok) dan Vladimir Putin (Rusia) yang masih bergeming.

Disinyalir, secara simbolik hal ini merepresentasikan sikap politik mereka. Ada apa? (Baca selengkapnya)

"Saya Puas, Anda Puas", Mungkinkah Terjadi dalam Relasi Perusahaan-Karyawan?

Ilustrasi menerima gaji. (Foto: Karolina Grabowska dari Pexels)
Ilustrasi menerima gaji. (Foto: Karolina Grabowska dari Pexels)
Setiap tahun baik pekerja, pengusaha, maupun pemerintah tak pernah selesai untuk berdebat soal upah. Pembahasan tak pernah bisa memuaskan semua pihak.

Memang dilematis jika kita melihat dari sudut pandang berbeda antara pekerja dan pengusaha. Jalan tengahnya, kebijakan diambil untuk bisa diterima semua pihak walau belum tentu memuaskan. (Baca selengkapnya)

Menulis Biografi: Upaya Menghidupkan Kembali Peristiwa Masa Lalu  

ilustrasi membuka kembali surat-surat lama. (sumber: pixabay/vinsky2002)
ilustrasi membuka kembali surat-surat lama. (sumber: pixabay/vinsky2002)
Bagaimana memancing kehidupan masa lalu narasumber yang menyentuh perasaan dan kemudian membangkitkan emosinya sehingga ia lebih ekspresif mengungkapkannya? Masih ingat 'kan rumus sebelumnya? Ya, benar.... riset, riset dan riset. (Baca Selengkapnya)

Mungkin ada di antara Anda yang memiliki banyak pertanyaan seputar teknik menulis biografi dan berharap dapat berkonsultasi langsung kepada Pepih Nugraha?

Mimpi jadi kenyataan! Kompasiana akan membuka Kelas Eksklusif bersama Pepih Nugraha. Ikuti blog competition menulis sosok inspiratif. Simak syarat dan ketentuannya di sini.

Menulis Biografi bersama Pepih Nugraha
Menulis Biografi bersama Pepih Nugraha

VIDEO PILIHAN