Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Editor - Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Mengenang Pemilu AS sebagai Pembelajaran bagi Milenial

8 November 2020   04:31 Diperbarui: 8 November 2020   06:30 853
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi: Donald Trump vs Joe Biden di Pemilu Presiden AS 2020. (sumber: SHUTTERSTOCK/SMD90 via kompas.com)

Meski sekadar bercandaan, tapi bagi yang suka bepergian pasti akan tahu sendiri rasanya.

"Suatu waktu, ada pengalaman saya yang lumayan mendebarkan dan menguras kantong lebih banyak dari rencana. Perjalanan liburan ke Kanada," tulisnya.

Makanya ketika liburan itu mental yang perlu dipersiapkan adalah mental menikmati liburan --bukan memikirkan berapa uang yang harus dikeluarkan dan sebagainya. (Baca selengkapnya)

3. Mengenang Ki Seno, Sang Dalang yang Membuat Para Milenial Mencintai Wayang

Biar bagaimanapun, kehilangan itu rasanya selalu menyedihkan. Terlebih orang yang kita sayang maupun idolakan.

Dalang yang kini sedang naik daun dan banyak disenangi kaum milenial, Ki Seno Nugroho pada Selasa (3/11/2020) malam di usia yang cukup muda: 48 tahun.

"Sosok Ki Seno memang melekat di hati para pecinta wayang. Tidak hanya piawai memainkan wayang seperti para dalang umumnya, tetapi Ki Seno memiliki ciri khas tersendiri," kenang Kompasianer Ikrom Zain.

Keunikan Ki Seno sendiri, lanjutnya, adalah berani memadukan gaya dalang khas Jogja dengan gaya dalang khas Solo. (Baca selengkapnya)

4. Jangan Benci Pekerjaan Anda Hanya karena "Sawang Sinawang"

Akan tiba satu masa dalam pekerjaan seorang karyawan merasa jenuh dengan apa yang dikerjakan sehari-hari. Pada saat itulah ia rasanya ingin berhenti dan mencari pekerjaan lain.

Sebenarnya perasaan tersebut amat wajar bahkan bisa dimaklumi. Sebagai catatan penting, tulis Kompasianer Sigit Eka, di manapun Anda bekerja, sejatinya suasana ataupun sistem yang berlaku dalam dunia kerja itu hampir pasti 100 persen adalah sama.

"Sehingga dalam hal ini, ketika ada kondisi Anda merasa bermasalah dengan pekerjaan Anda, pada umumnya yang kerap meliputi pemikiran Anda sebenarnya hanyalah faktor sering terjebaknya Anda dalam ruang pikiran sawang sinawang," lanjutnya.

Sebab, bagi yang belum berkeluarga misalnya, hal ini bukanlah suatu hal serius karena jenjang karier juga pengalaman masih bisa dicari dan dalami. Terlebih tidak ada tanggungan yang mesti dicukupkan. (Baca selengkapnya)

5. Begini Cara Saya Lulus CPNS, Bisa Ditiru untuk 2021

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun