Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Wisata Artikel Utama

Jadi Pembelajaran Apa yang Didapat dari Libur Panjang Ini?

1 November 2020   04:42 Diperbarui: 2 November 2020   06:14 920 19 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jadi Pembelajaran Apa yang Didapat dari Libur Panjang Ini?
ilustrasi melihat foto-foto tempat wisata. (sumber: Jacob Lund/SHUTTERSTOCK via kompas.com)

Akhir bulan dan libur panjang. Rasa-rasanya jika kedua frasa tersebut ada dalam satu kalimat sungguh menyenangkan, ya. Itulah yang terjadi pada minggu terakhir Oktober 2020.

Akan tetapi, kita semua tahu: bahwa libur panjang ini berpotensi membuat masyarakat ramai-ramai pergi ke tempat wisata sehingga bisa meningkatkan penyebaran Covid-19.

Nah, pilihan itu kini ada pada kita semua, apakah bisa bijak menggunakan dan memanfaatkan libur panjang jadi sesuatu yang bermanfaaat atau sekadar banyak-banyak istirahat.

Apalagi ditambah gaji yang sudah turun, berbelanja barangkali jadi pilihan untuk mengisi liburan? Sebab, tidak sedikit, orang yang menganggap belanja sebagai refereshing.

Berikut ini 5 konten terpopuler dan menarik di Kompasiana dalam sepekan:

1. Libur Panjang Jangan Boros, Ingat Gaji Masih Dipotong!

Wajar. Bahkan mungkin amat lumrah ketika akhirnya bulan dan libur panjang, ditambah dengan gaji yang baru dibayarkan itu kita jadi banyak sekali keinginan.

Namun, tidak sedikit juga ada perusahaan yang terpaksa memotong gaji pegawai demi bisa bertahan dalam kondisi seperti ini.

Potongan gajinya juga terbilang lumayan: ada yang 10 persen, 20 persen, bahkan 50 persen. Itu bukan jumlah yang kecil, tulis Kompasianer Meirri Alfianto.

"Nah, bagi Anda yang pendapatannya masih dipotong, mari cermat menyikapi libur panjang kali ini," lanjutnya. (Baca selengkapnya)

2. Sumpah Pemuda, Maulid Nabi, dan Renaissance Masa Kini

"Kita butuh momentum untuk menciptakan perubahan besar. Momen itu sebenarnya seringkali muncul dalam keseharian hidup kita tanpa kita sadari," tulis Kompasianer Agil S. Habib untuk merefleksikan momen-momen yang terjadi dalam sepekan.

Setiap periode kejayaan, lanjutnya, akan didahului dengan momen kebangkitan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN