Mohon tunggu...
Kompasiana News
Kompasiana News Mohon Tunggu... Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana: Kompasiana News

Akun ini merupakan resmi milik Kompasiana. Kompasiana News digunakan untuk mempublikasikan artikel-artikel hasil kurasi, rilis resmi, serta laporan warga melalui fitur K-Report (flash news).

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Wafatnya Jakob Oetama hingga Era Baru Dunia Kerja

10 September 2020   04:48 Diperbarui: 10 September 2020   04:45 685 10 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Wafatnya Jakob Oetama hingga Era Baru Dunia Kerja
Diolah Kompasiana dari KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG

Kabar duka kembali menyelimuti Tanah Air. Sosok pers Indonesia yang juga pendiri Kompas Gramedia, Jakob Oetama, meninggal dunia, Rabu (09/09/2020).

Berbagai pengalaman tentang Jakob Oetama dituliskan oleh Kompasianer, antara lain Hadi Santoso.

Artikel mengenai ini pun menjadi salah satu konten populer di Kompasiana.

Selain itu ada juga tentang era baru dunia kerja yang tak lain berubah lantaran pandemi Covid-19.

Berikut konten-konten populer yang berhasil dirangkum Kompasiana, Kamis (10/09/2020):

Jakob Oetama, Secuil Kenangan, dan "Syukur Tiada Akhir" yang Belum Tuntas

Pendiri Kompas Gramedia dan Pemimpin Umum Harian Kompas, Pak Jakob Oetama berpulang, Rabu (9/9) di usia 88 tahun. Foto: kompas.com
Pendiri Kompas Gramedia dan Pemimpin Umum Harian Kompas, Pak Jakob Oetama berpulang, Rabu (9/9) di usia 88 tahun. Foto: kompas.com
Saya beruntung bisa mengenal sosoknya lewat tulisan. Saya juga beruntung pernah bertemu dengan Pak JO secara langsung. Dan itu terus terekam kuat dalam ingatan saya.

Di rumah duka itulah, saya bertemu Pak Jakob Oetama. Melihat sosoknya serasa teduh, meski kami tidak berbincang. Kala itu, saya... (Baca selengkapnya)

Kini Alfred Riedl Sudah Tersenyum Selamanya

Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl memberi arahan saat pertandingan laga final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg pertama di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/12/2016). Indonesia menang 2-1 atas Thailand dan akan bertanding di final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg kedua di Stadion Rajamangala, Thailand, Sabtu (17/12/2016) mendatang.(KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO)
Pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl memberi arahan saat pertandingan laga final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg pertama di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (14/12/2016). Indonesia menang 2-1 atas Thailand dan akan bertanding di final Piala AFF Suzuki Cup 2016 leg kedua di Stadion Rajamangala, Thailand, Sabtu (17/12/2016) mendatang.(KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO)
Di Indonesia, Alfred Riedl dikontrak PSSI dalam 3 periode berbeda, yakni 2010-2011, 2013-2014, dan 2016-2017.

Statistiknya bersama tim Garuda cukup mentereng, dalam 17 laga, Riedl berhasil menghimpun statistik ciamik dengan 10 kali menang, 3 seri, 4 kalah, 36 memasukkan, 26 kemasukkan, dan +10 selisih gol.

Dengan hasil ini membuat Timnas Indonesia melambung di kancah internasional. Terima kasih, Riedl! (Baca selengkapnya)

Pilkada, Bayang-bayang Kluster Baru, dan Euforia Pesta Demokrasi

Ilustrasi Pilkada (KOMPAS/PRIYOMBODO)
Ilustrasi Pilkada (KOMPAS/PRIYOMBODO)
Pilkada indentik dengan kumpulan massa, mulai dari pendaftaran pasangan calon ke Komisi Pemulihan Umum Daerah (KPUD) masing-masing daerah, proses kampanye, proses debat para calon, proses pemilihan kepala daerah hingga proses pengumuman dan pelantikan kepala daerah terpilih.

Tidak ada proses pemilihan kepala daerah tanpa mengerahkan massa karena massa adalah representasi dari bentuk dukungan masyarakat, partai, dan kelompok.

Tetapi seperti kita tahu, penyebaran wabah Covid-19 dikhawatirkan mejadi momok menyeramkan apalagi tidak ada persiapan matang untuk melaksanakan Pilkada dalam situasi pandemi. (Baca selengkapnya)

Siapkah Memberikan Kesempatan Kedua Setelah Pengkhianatan?

Ilustrasi (sumber: clearvoice.com)
Ilustrasi (sumber: clearvoice.com)
Proses yang tidak mudah memang. Namun, bukan tentang pilihan untuk memberi kesempatan ini yang terpenting. Konsekuensi dari hal tersebutlah yang perlu kita pahami sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih siap untuk memberikan kesempatan kedua.

Tak dipungkiri bahwa kita akan merasa khawatir apakah kita bisa membangun kepercayaan setelah dicurangi? (Baca selengkapnya)

Kematian Gedung Perkantoran dan Era Baru Kehidupan Kerja

Ilustrasi bekerja di rumah (omgimages via kompas.com)
Ilustrasi bekerja di rumah (omgimages via kompas.com)
Bersiaplah karena kantor Anda akan menuju kematiannya. Perubahan luar biasa dalam kehidupan kerja sedang terjadi.

Lupakan pergi ke kantor setiap hari, dan mulai masuk dalam era hidup kerja yang penuh fleksibilitas jadual yang bisa dikerjakan dari rumah saja tanpa harus hadir di "ruang kantor". Nyaris, hampir semuanya bisa di kerjakan tanpa berkantor. (Baca selengkapnya)

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x